SuaraJatim.id - Tren pengurangan penggunaan wadah plastik mulai dirasakan dalam beberapa waktu terakhir, pun bersamaan dengan momen jelang Hari Raya Iduladha 1440 Hijriah yang identik dengan hari raya kurban.
Meningkatnya kesadaran sejumlah kepala daerah akan bahaya plastik, membuat beberapa wilayah mengimbau untuk tidak menggunakan wadah plastik saat membagikan hewan kurban. Salah satu imbauan tersebut disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Jawa Timur yang melarang penggunaan kantong plastik.
Imbauan yang dikeluarkan Pemkab Ponorogo tersebut ternyata berdampak positif bagi perajin besek yang kini mulai kewalahan memenuhi pesanan.
Seperti yang dialami Rusmini, salah satu pembuat dan pengepul besek bambu di Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Diakuinya, sejak muncul imbauan tersebut, sudah tak mampu lagi memenuhi ribuan pesanan dari beberapa takmir masjid di seluruh Ponorogo.
"Sudah seminggu ini, beberapa takmir masjid memesan langsung 300 sampai 600 besek," kata Rusmini kepada Jatimnet.com-jaringan Suara.com pada Kamis (8/8/2019).
Rusmini mengakui selama ini penganyam besek bambu sudah sangat jarang. Bahkan, ia mengemukakan banyak perajin yang sudah berumur dan tidak ada lagi penerusnya. Selain itu, persoalan bahan baku juga sudah dirasakannya, lantaran bambu sudah sulit didapatkan.
"Sekarang kalau bambu memang harus beli, sudah jarang atau malah tidak ada penganyam besek yang punya pohon bambu sendiri," ungkapnya.
Meski begitu, ia menjelaskan dari satu batang bambu maksimal hanya bisa dibuat 50 besek berukuran kecil. Namun, karena harga besek hanya dihargau Rp 1.000-Rp 2.000 per satuan membuat pekerjaan membuat besek tidak menjanjikan. Hingga akhirnya pekerjaan membuat besek dijadikan pekerjaan sampingan. Kondisi ini berdampak dari banyaknya penganyam besek yang beralih pekerjaan seperti menjadi buruh tani.
“Kalau dulu tahun 1980-an saya satu bulan bisa jual 30 ribu besek, sekarang untuk mengumpulkan tiga ribu besek saja butuh waktu hampir dua bulan,” jelasnya.
Baca Juga: PD Pasar Jaya Sebut Besek Bambu untuk Daging Kurban di Pasar Laris
Meski begitu, Rosmini berharap agar tidak hanya menjelang momen Iduladha saja besek menjadi barang buruan.
“Kalau harga besek naik dan permintaan banyak kan akan banyak penganyam besek lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLH Ponorogo, Sapto Djatmiko menuturkan pihaknya sudah mengirimkan imbauan kepada panitia kurban dan takmir masjid agar mengganti kantong plastik untuk pembungkus daging kurban.
“Tapi harus pakai besek atau daun,” tutur Sapto.
Sapto menambahkan ada enam wadah yang sebenarnya bisa digunakan, yakni wadah makanan, besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan, daun jati, dan daun pisang.
"Dari hari Senin 5 Agustus 2019 lalu sudah saya edarkan imbauan tersebut, tujuannya pengurangan penggunaan kantong plastik,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih
-
Akal-akalan Peredaran Tramadol Ilegal di Jatim, Dijual di Marketplace Jadi Sparepart
-
Karhutla Bromo Meluas Jadi 176 Hektare, Pemadaman Diperkuat Dua Helikopter dan Drone
-
Polda Jatim Petakan Kerawanan Telaga Sarangan, Parkir hingga Bekas Longsor Jadi Perhatian
-
Kabel Tembaga Ngumpet di Jok Vario, Aksi Dua Pekerja di Gresik Berakhir di Tangan Polisi