"Sehari-hari anak-anak, baik di asrama anak putra maupun putri, menu makannya hampir sama, nasi pakai sayur dan kerupuk," kata dia, meski bukan berarti setiap hari menunya sama.
Syaiful mengatakan, hidup sederhana dan makan seadanya merupakan bagian dari penempaan mental dan spiritual di pondok pesantren tradisional seperti di Pondok Al Islah.
"Seperti kata Mbah Kiai, cilik mangan opak, gede mangan iwak (masa kecil makan kerupuk, biar kalau sudah besar bisa makan daging)," kata dia.
Tentang tayangan video bagaimana penghuni pondok anak menyantap makanan sepiring untuk beberapa anak, menurutnya hal itu juga bagian dari tradisi di pondok pesantren tradisional.
"Biasanya kalau makan 'kembulan' kan malah nikmat," kata dia.
Syaiful membenarkan bahwa ada sejumlah santri anak yang berasal dari keluarga miskin atau anak yang orang tuanya bercerai.
Syaiful mengaku bahwa untuk santri anak yang berasal dari keluarga tidak mampu pihak ponpes tidak memungut biaya. Biaya pendidikan bagi santri anak Rp 500 ribu per bulan.
Apa yang dia sebut sebagai 'berkah' dari viralnya unggahan foto dan video di media sosial adalah mengalirnya bantuan masyarakat dari berbagai tempat. Bantuan tersebut antara lain, berupa kiriman bahan makanan, alas lantai, dan sejumlah kasur.
Ketika Suara.com mendatangi asrama anak putra, ada seorang pria mengantarkan bantuan berupa satu dus sosis dan sekarung beras bobot 20 kilogram. Pria itu adalah Ali Rasyidin, pengurus Yayasan Yatim Mandiri, yang mengantarkan bantuan atas perintah pimpinannya di Surabaya.
Baca Juga: Bikin Prihatin, Begini Potret Serba Kekurangan Rumah Yatim Piatu di Kediri
"Pimpinan meminta saya memberikan bantuan ini, sembari beliau mengirimkan video yang viral itu," ujar Ali.
Ali mengaku bahwa penyaluran bantuan tersebut sebenarnya kurang tepat tapi karena sudah telanjur maka diputuskan sebagai tindakan yang tidak ada salahnya.
Sementara itu, Syaiful mengatakan, bantuan dari masyarakat juga mengalir sejak beberapa hari terakhir dalam bentuk transferan dana, namun dia tidak bersedia menyebutkan jumlahnya.
Syaiful juga menyatakan bahwa pengunggah foto dan video di media sosial tersebut adalah pihak luar dari Pondok Pesantren Al Islah.
Bantuan Capai Rp 100 Juta Lebih
Usai unggahan foto dan video yang disebut 'anak panti asuhan' viral di media sosial, bantuan dari masyarakat banyak mengalir ke Pondok Pesantren Al Islah Assuyuthi, Kediri. Lokasi ponpes itu hanya sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Kediri itu.
Berita Terkait
-
Bikin Prihatin, Begini Potret Serba Kekurangan Rumah Yatim Piatu di Kediri
-
Joget dan Air Mata Sang Lurah Saat Serahkan Kiai Gadakan ke Bung Karno
-
Ndalem Pojok, Saksi Bisu Kusno Kecil Diruwat Menjadi Soekarno
-
Korban Cabut Laporan Terhadap Pemotor Arogan di Trotoar Wahid Hasyim
-
Naik Trotoar Bikin Bocah Nangis, Pemotor Ini Malah Berlaku Anarki
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Tulungagung, Truk Tabrak Motor, Dua Pemuda Tewas
-
Ini Kronologi Kasus Penipuan yang Libatkan Oknum THL Dishub dan Satpol PP Pemkot Surabaya
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat 1,13 Juta BRILink Agen
-
Alphard Ringsek Dihantam Trailer, KH Anwar Zahid Tetap Berangkat Dakwah
-
Raka Raki Jatim Terguncang: Finalisnya Terseret Dugaan Kekerasan Seksual & Paksa Aborsi