SuaraJatim.id - Naman Risa Santoso kini ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia, lantaran menjadi fenoman karena menjabat sebagai rektor di usianya yang ke-27 tahun. Pun sosok rektor pertama di Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang ini selain dikenal berparas rupawan, ternyata jago bela diri Aikido.
Dara kelahiran 27 Oktober 1992 ini mengaku menekuni seni beladiri asal Jepang ini setahun lebih. Kekinian, dia menyandang level atau tingkat kyu 4. Dipilihnya Aikido karena tertarik belajar teknik bertahan diri.
"Aikido ini bela diri self defense, ya enggak agresif, lebih agar bisa proteksi diri sendiri," kata Risa ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/11/2019).
Namun apakah ada pengalaman khusus sehingga tertarik belajar beladiri, Risa enggan menjelaskannya. Alumnus Master Education of Harvard University ini lantas menjelaskan meskipun mulai disibukkan berbagai agenda kampus, disempatkan untuk tetap latihan Aikido, dua kali dalam sepekan.
Disinggung pernahkah ada ketertarikan menekuni dunia modeling, Risa mengiyakan.
"Ya suka, tapi enggak bisa ya, kurang bagus," kelakarnya.
Lantas siapa Influencer atau tokoh yang mempengaruhi, Risa mengakui sosok ayahnya berpengaruh besar Tanadi Santoso. Sedangkan sosok inspiratif lainnya, Ia menyebutkan nama Sri Mulyani.
"Ibu Sri Mulyani diakui dunia. Meskipun wanita karir dan sudah berkurang kontribusinya besar," ujarnya.
Untuk diketahui, sebelum diangkat menjadi rektor kampus tersebut, Risa pernah bekerja sebagai tenaga ahli muda Kepala Staf Presiden (KSP). Perempuan yang menamatkan kuliah S1 di University of Berkeley California pernah menjadi inisiator Asia Hackaton dan program magang di luar negeri.
Baca Juga: Mantan Staf Presiden Jadi Rektor Termuda, Inilah Profil Risa Santoso
Risa mengaku saat ini memiliki tantangan untuk mengembangkan kampusnya sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya. Apalagi, kampus yang dipimpinnya kini berbasis kampus digital bisnis.
"Sebuah kampus digital bisnis, bidangnya ilmu dan teknologi dan desain. Sekarang kan banyak startup, wirausaha, enterpreneur, bagaimana caranya suatu ilmu teknologi bagus dan penguatan sisi bisnisnya, bagaimana manage orang," ujarnya.
Dia melanjutkan, kekinian dibutuhkan kebijakan pendidikan yang revolusioner dan merepresentasikan generasi milenial dengan berbagai terobosannya.
"Kebijakan pendidikan yang revolusioner mewakili milenial, dengan pembelajaran di luar kelas. Baik itu intensif di luar negeri, inkubator bisnis, kerjasama dengan industri," katanya.
Kontributor : Aziz Ramadani
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Jembatan PonorogoTrenggalek Putus, Warga Terpaksa Menyeberang dengan Gantung Darurat
-
23 Desa di Jember Dilanda Banjir, 7.445 Keluarga Terdampak dan Seorang Tewas Tersengat Listrik!
-
CEK FAKTA: Viral Pemutihan Pajak Kendaraan Gratis dari Korlantas Polri, Benarkah?
-
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Semburan Awan Panas Capai 6 Km
-
Gus Idris Bantah Dugaan Pelecehan Seksual, Janji Ikuti Proses Hukum!