SuaraJatim.id - Aidatul Izah, perempuan yang tengah hamil 5 bulan ditemukan tewas tertelungkup di Waduk Mastrip, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Perempuan tersebut diduga korban pembunuhan, karena saat ditemukan hanya memakai baju berwarna merah dan celana dalam putih.
Lokasi ditemukannya mayat perempuan yang diduga sedang mengandung dipadati warga, mulai Rabu (27/11/2019) pagi.
Ratusan warga yang datang tersebut mengaku penasaran. Salah seorang warga mengaku mendapat kabar akan dilakukan gelar perkara di tempat kejadian perkara (TKP) oleh penyidikan Polres Bojonegoro. “Penasaran bagaimana pelaku membunuhnya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Meski cuaca terik, warga rela berpanasan. Bahkan ada yang membawa payung, memanjat pohon, dan berteduh di pohon yang ada di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut sehingga selain mengundang ratusan warga, sejumlah pedagang juga mengambil keuntungan mendatangi lokasi.
“Dulu sini memang sering dipakai pacaran, sekarang mulai jarang. Tapi banyak warung-warung penjual minuman keras di sekitar,” tambahnya sembari menyebut alasan tidak mau disebut namanya karena takut menjadi bahaya bagi dirinya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Bojonegoro Ajun Komisaris Rifaldy Hangga Putra belum memberikan keterangan. Melalui pesan singkat maupun di datangi ke Mapolres Bojonegoro, pihaknya tidak berada di tempat.
Untuk diketahui, Aidatul Izah yang merupakan seorang janda beranak satu itu diduga merupakan korban pembunuhan.
Baca Juga: Mayat Perempuan Tertindih Boneka Beruang, Pembunuhnya Ternyata Sang Suami
Hal itu karena adanya tali tampar yang ditemukan berada di sekitar tubuh korban. Hasil autopsi juga disebutkan bahwa meninggalnya korban karena tidak bisa bernafas.
Mayat tersebut ditemukan oleh seorang warga, M Nizar sekitar pukul 11.30 WIB, pada Selasa (26/11/2019). Saat itu ia hendak melintas di atas tanggul waduk.
Namun, saat ia hendak berteduh di bawah pohon mangga mengetahui sosok mayat tergeletak dengan posisi tengkurap. Karena penasaran, kemudian saksi melihat dari dekat.
Berita Terkait
-
Tak Hanya di Ngawi, Angin Puting Beliung Robohkan 5 Rumah di Bojonegoro
-
Usai Hujan Es, Listrik di Wilayah Bojonegoro Padam
-
Gara-gara Sering Konsumsi Obat Warung, Nunung Tewas
-
Terlalu Barbar, Emak-emak Pemotor Terobos Pintu Perlintasan KA Sampai Patah
-
Diguncang Gempa, Warganet di Sekitar Tuban Mengaku Tak Rasakan Getarannya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
BRI Luncurkan Fitur Tebus Gadai di BRImo, Promo 10% Sampai Juni 2026
-
Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka
-
Selamat Tinggal 'Zombi Digital': Sekolah di Jawa Timur Resmi Batasi Penggunaan Gadget
-
Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB