SuaraJatim.id - Jelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Shangrilla Hotel Kota Surabaya, muncul desakan agar Advokat senior Otto Hasibuan maju kembali sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Peradi pada Musyawarah Nasional (Munas) 2020 mendatang.
Otto sebetulnya pernah memimpin Peradi selama dua periode, yakni pada periode 2005-2010 dan 2010-2015. Kemudian pada periode berikutnya, Peradi dinahkodai oleh Fauzi Hasibuan. Sementara Otto dipercaya menjadi Ketua Dewan Pembina.
Pada masa itu, Peradi terbelah, di antaranya adalah Peradi kubu Juniver Girsang. Di luar itu, banyak organisasi advokat bermunculan. Pecahnya wadah organisasi advokat tersebut disebut-sebut hilangnya sistem single bar (wadah tunggal).
Atas desakan tersebut, Otto mengaku akan mempertimbangkan untuk kembali memimpin sebagai ketua umum lagi, jika memang diminta oleh mayoritas anggota Peradi.
Otto juga mengungkapkan, jika tujuannya untuk mempersatukan organisasi advokat dengan mempertahankan sistem single bar dengan harapan mengembalikan marwah dan martabat advokat, maka dia menyatakan siap.
"Saya tidak mau maju sebagai Ketua Umum Peradi lagi, tapi memang hampir semua cabang-cabang meminta saya kembali memimpin dengan supaya bisa merebut kembali marwah Peradi itu. Saya bilang ke mereka (cabang-cabang), itu terserah kalian. Walau pun saya berat, tentunya itu harus dipertimbangkan," kata Otto di Surabaya pada Rabu (27/11/2019).
Lebih lanjut, Otto menjelaskan organisasi advokat terpecah-pecah setelah keluar Surat Edaran Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 73/KMA/HK/IX/2015.
"Saat ini setidaknya ada 29 organisasi advokat di Indonesia yang semuanya boleh mengajukan penyumpahan advokat untuk anggotanya. SEMA itulah yang pada akhirnya mengesampingkan single bar," katanya.
Menjadi masalah, lanjut Otto, ketika sistem multi bar dibuka banyak organisasi advokat yang tidak selektif dalam merekrut anggota dan mengajukan penyumpahan. Akibatnya, profesionalitas terabaikan dan marwah serta martabat advokat sebagai penegak hukum memudar.
Baca Juga: Terbelah jadi Tiga Kubu, DPN Peradi Minta Solusi ke Mahfud MD
"Ujung-ujungnya yang dirugikan para pencari keadilan (klien)," ujarnya.
Dia mengatakan, urusan single bar dan multi bar semestinya sudah lama selesai. Di negara-negara lain, sistem yang dianut di dunia advokat ialah single bar dan itu sudah sejak berpuluh-puluh tahun silam. Dengan begitu marwah advokat tetap terjaga.
"Karena itu kami mohon kebijaksanaan dari MA," tandasnya.
Ketua Umum Peradi Fauzi Hasibuan mengatakan, kekinian Peradi memiliki 132 cabang dari awalnya 60 cabang. Karena itu, dia memaklumi jika kemudian kerap terjadi dinamika di dunia advokat sehingga mengesankan terjadi perpecahan.
"Itu semua hanyalah sebuah dinamika yang terjadi di kalangan advokat," tandasnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan Rapat Kerja Nasional Peradi di Shangrilla Hotel Surabaya, Jawa Timur, akan digelar selama tiga hari ke depan. Bertema "Melalui Rakernas Kita Pertahankan Peradi sebagai Wadah Tunggal (Single Bar)", Rakernas dibuka di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu (27/11/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online
-
40 Saksi Diperiksa, Kejari Tulungagung Segera Ungkap Tersangka Korupsi Tanah Griyo Dalem Kanjengan?
-
Sempat Hilang Sebulan, Jejak Pembunuh Manusia Silver Berakhir di Rumah Kos Kediri
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud, Hadir Dampingi UMKM dan Perkuat Ekonomi Masyarakat