SuaraJatim.id - Niat para korban asuransi polis Jiwasraya menagih pelunasan klaim ke Bank Standard Chartered Bukit Darmo Golf, Surabaya pupus. Bank Standard Chartered adalah salah satu agen penjual produk investasi Saving Plan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Rutmiana (55) salah satu korban asuransi polis mengatakan, dirinya datang bersama korban lainnya untuk menagih klaim ke Bank Standard Chartered. Namun, tidak ada solusi dari bank tersebut meski sudah menceritakan kondisi keuangan mereka.
"Kita sudah datangi Bank Standard Chartered kemarin, Kamis (30/1/2020) untuk menagih klaim kami. Namun tidak ada kejelasan sama sekali," ujar Rutmiana pada Jumat (31/1/2020).
Lantaran gagalnya penagihan klaim puluhan korban Jiwasraya, warga Krian Sidoarjo Jawa Timur tersebut meminta kepada pemerintah agar bisa memberikan solusi terbaik.
Baca Juga: Erry Firmansyah Bakal Dipanggil Kejagung soal Kasus Jiwasraya
Rutmiana meminta, meski kasus Jiwasraya ini masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap harus bertanggungjawab.
"Bagi kami uang 16 triliyun itu sangat besar. Tapi buat pemerintah itu sangat kecil sekali. Kenapa tidak ditalangi dulu oleh pemerintah agar kami bisa melanjutkan hidup," kata Rutmiana.
Rutmiana menceritakan, uang yang dikumpulkannya selama 30 tahun yang didapat dari bekerja di pabrik, sangat diharapkan bisa menopang kebutuhan di hari tua. Untuk itu dirinya mepercayakan pada Jiwasraya melalui Bank Standard Chartered.
"Saya bekerja di pabrik. Saya mengumpulkan uang itu selama 30 tahun untuk persiapan biaya hidup setelah saya pensiun. Tapi nyatanya, musibah ini telah memupuskan harapan kami," keluhnya.
Sementara Indah korban senasib dengan Rutmiana menjelaskan, klaim gagal bayar membuat dirinya harus pontang-panting kesana-kemari mencari talangan uang untuk biaya pendidikan anaknya.
Baca Juga: Mahfud MD: Ada yang Minta Belokkan Kasus Jiwasraya ke Perdata
"Jujur saja saya harus hutang kesana-kemari untuk biaya pendidikan anak. Bayangkan kalau klaim ini tidak cair, pendidikan anak saya pasti terbengkalai," keluhnya.
Berita Terkait
-
Kabar Duka! Legenda Persebaya Putut Wijanarko Meninggal Dunia
-
Debut Timnas Indonesia, Joey Pelupessy Malah Kesengsem dengan Sosok Asal Surabaya
-
Pelatih Persebaya Surabaya Sorot Pentingnya Program Individu Selama Libur Panjang
-
Bisa Tahan Lama! 3 Oleh-Oleh Khas Surabaya yang Cocok untuk Momen Lebaran
-
Jalani Licensing Club, Persebaya Surabaya Bidik Tiket Menuju Panggung Asia
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Kok Bisa? Mobil di Ponorogo Tiba-Tiba Berada di Tengah-Tengah Sawah
-
Miris! Istri di Blitar Dibacok Mantan Suami Saat Antarkan Anak ke Mertua
-
Mengatur Pola Makan Sehat Selama Lebaran, Ini Tips dari Dosen Gizi Universitas Airlangga
-
Antusiasme Tinggi, 75.483 Penumpang Gunakan Kereta Api pada Hari Pertama dan Kedua Lebaran 2025
-
Banjir Kepung Ngawi: 15 Desa Terdampak