SuaraJatim.id - Ennan, pelaku pembunuhan terhadap warga asal Sumenep, Jawa Timur, Ach Wakid (37) yang sempat kabur seusai membunuh tetangga bernama Ach Wakid (37) akhirnya menyerahkan diri.
Peristiwa pembunuhan bermula saat korban bersama mertuanya yang bernama Busiya di Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu kemarin.
"Sudah menyerahkan diri ke Polsek Manding diantar Kepala Desa dan keluarga besar pelaku,” kata Kepala Sub Hubungan Masyarakat Polres Sumenep AKP Widiatri seperti dikutip dari Beritajatim.com, Senin (10/2/2020).
Informasi di masyarakat, korban baru setengah bulan menikah dengan wanita berstatus janda. Versi masyarakat, pembacokan itu diduga berkaitan dengan pernikahan korban dengan istrinya.
Namun, polisi masih menyelidiki lebih lanjut motif di balik aksi pembunuhan ini.
"Kami dari kepolisian masih melakukan penyelidikan, apa motif tersangka menganiaya korban hingga meninggal," kata dia.
Widiarti mengatakan, aksi pembunuhan itu terjadi saat pelaku menghadang korban saat berad di depan rumah istrinya. Tanpa basa-basi, Ennan langsung menebas korban dengan menggunakan celurit.
“Kejadiannya di jalan desa depan rumah istri korban, di Desa Gadding,” kata dia.
Saat itu pelaku membawa senjata tajam (sajam) berupa celurit dalam keadaan terbungkus. Kemudian pelaku menghunus celurit tersebut dan langsung ditebaskan ke perut korban sebanyak tiga kali.
Baca Juga: Gegara Komentar Tato, Yahya Dibunuh Dukun saat Ritual di Pantai Selatan
"Akibat sabetan celurit itu, korban roboh seketika. Sedangkan pelaku kabur ke arah timur sambil membawa celuritnya,” kata Widiarti.
Melihat kejadian itu, mertua korban berteriak histeris hingga banyak warga yang datang dan menolong. Akibat sabetan celurit tersebut, korban mengalami luka robek pada perut sebelah kiri sepanjang 20 cm dengan kedalaman luka 10 cm.
“Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Manding. Namun nyawanya tidak tertolong. Dia meninggal di Puskesmas," kata dia.
Berita Terkait
-
Jika Temui Fakta Baru, Polisi Buka Peluang Olah TKP Ulang Kasus Akseysna
-
Diklaim Bisa Kaya Raya, Dukun Asep Cs Pembunuh Yahya Andalkan Taring Babi
-
Gegara Komentar Tato, Yahya Dibunuh Dukun saat Ritual di Pantai Selatan
-
Dicekik Pakai Kain Lalu Dikubur, Sri Sempat Keloni Mayat Bayinya di Kamar
-
Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas Bersimpuh di Kaki Ibunya
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Kemiskinan Ekstrem Jatim Tersisa 0,29%, Gubernur Khofifah: Bukti Intervensi Kesejahteraan Masyarakat
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha
-
Jelang Iduladha, Khofifah Gelar Pasar Murah di Kediri Pastikan Sembako Terjangkau
-
Tragedi Halal Bihalal di Musala Mojokerto: Tiga Jemaah Tersengat Listrik, Satu Tewas
-
Petani Tua Tewas Seketika Usai Vario Ngebut Hantam Suzuki Smash di Bojonegoro