-
MSC 2026 Mojokerto diprotes akibat dentuman sound horeg.
-
Plafon rumah warga disebut rontok dan tidak roboh.
-
Pemerintah desa klaim masalah sudah selesai.
SuaraJatim.id - Gelaran MSC 2026 Mojokerto atau Medali Spectacular Carnival di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), menuai sorotan publik.
Acara yang menghadirkan 32 sound horeg dari sore hingga subuh itu dikritik karena disebut merusak rumah warga.
Sorotan terhadap MSC 2026 Mojokerto menguat di media sosial setelah muncul keluhan mengenai plafon rumah yang rontok akibat dentuman suara dalam karnaval tersebut. Isu ini pun memicu perbincangan luas di kalangan warganet.
Pemerintah desa akhirnya angkat bicara terkait polemik MSC 2026 Mojokerto tersebut. Kepala Desa Medali, Miftahuddin, membenarkan adanya insiden kerusakan plafon, namun menyebut kondisinya tidak separah yang beredar di media sosial.
"Sampai hari ini sudah tidak ada masalah. Cuman di medsos ini kan kalau sudah masuk seakan-akan kayak besar masalahnya. Padahal kan tidak sampai rumahnya roboh dan seterusnya. Kalau (plafon) rontok itu kan faktornya ya memang plafonnya sudah mau rontok," katanya, dikutip dari pemberitaan, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Miftahuddin, sebelum pelaksanaan karnaval, seluruh unsur masyarakat telah menandatangani surat pernyataan persetujuan. Dokumen tersebut berisi kesepahaman terkait risiko penyelenggaraan acara.
"Kami sebelum acara, kami sudah membuat surat pernyataan, mulai dari pernyataan dari pemerintah desa, panitia, RT dan masyarakat. Mungkin dia lupa tidak melihat saat tanda tangan itu. Artinya, sama-sama tanggung jawab," jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa saat muncul komplain sebelum karnaval dimulai, panitia langsung mendatangi pemilik rumah untuk memberikan penjelasan.
Berikut fakta-fakta polemik MSC 2026 Mojokerto menjadi perhatian publik.
1. Karnaval Hadirkan 32 Sound Horeg hingga Subuh
Gelaran Medali Spectacular Carnival (MSC) 2026 di Desa Medali berlangsung meriah dengan menghadirkan 32 unit sound horeg. Pengeras suara tersebut mengiringi jalannya karnaval sejak sore hingga subuh.
Durasi yang panjang dengan intensitas suara tinggi inilah yang kemudian disebut-sebut menjadi pemicu keluhan sebagian warga. Aktivitas suara dalam waktu lama menjadi perhatian karena dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
2. Plafon Rumah Rontok
Kritik terhadap acara ini mencuat setelah beredar kabar adanya plafon rumah warga yang rontok. Informasi tersebut ramai dibahas di media sosial dan memicu reaksi publik.
Namun, Kepala Desa Medali menyebut kerusakan yang terjadi tidak sampai membuat rumah roboh. Ia menyampaikan bahwa kondisi plafon disebut memang sudah dalam keadaan akan rontok sebelumnya.
Berita Terkait
-
Alarm dari Komdigi: Misteri di Balik Ketimpangan Pemblokiran Akun Anak TikTok vs Meta
-
Bahaya Brain Rot: Ketika Video Singkat Mengikis Fokus dan Daya Kritis
-
Viral Madam Pang Hampir Jatuh ke Pelukan Prabowo Usai Final FIFA ASEAN Cup Bikin Netizen Heboh
-
Bukan Dicabut, Menkum Ungkap Fakta Sebenarnya Soal Hak Cipta Sound Horeg
-
Flip Error Sejak 3 Oktober! Begini Cara Cepat Tarik Saldo Anda Agar Tidak Tertahan
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib
-
Bawa Alat Berat! Massa di Pamekasan Nekat Robohkan Proyek Toko Indomaret
-
Putusan MK Kelar, Polemik Pendidikan Gibran Bergeser ke Ujian Kepercayaan Publik
-
Santap Sate Ayam Pahit dan Kecut, 27 Siswa SMPN 1 Mojoanyar Tumbang Usai Makan MBG