- Bareskrim Polri geledah PT Suka Jadi Logam terkait TPPU emas ilegal.
- Transaksi emas ilegal diduga capai Rp25,8 triliun.
- Warga protes dugaan pencemaran lingkungan sejak 2024.
SuaraJatim.id - Penggeledahan PT Suka Jadi Logam (SJL) oleh Bareskrim Polri di kawasan Benowo, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Jumat (20/2/2026), membuka kembali rangkaian panjang polemik perusahaan peleburan emas tersebut.
Langkah hukum ini menjadi bagian dari penyidikan dugaan TPPU pertambangan ilegal di Kalimantan Barat dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 25,8 triliun.
Kasus PT SJL kembali mencuat setelah tim penyidik melakukan penggeledahan di kantor yang berlokasi di Jalan Raya Tengger Kandangan, Benowo.
Penggeledahan ini disebut sebagai tindak lanjut atas Laporan Hasil Analisis dari PPATK terkait dugaan aliran dana mencurigakan dalam tata niaga emas.
Nama PT SJL sendiri bukan kali pertama menjadi sorotan. Sebelumnya, perusahaan ini sempat menuai protes warga hingga mendapat penyegelan dari Pemerintah Kota Surabaya karena aktivitas peleburan emas tanpa izin di kawasan permukiman padat penduduk.
Berikut delapan fakta penting yang merangkum perjalanan kasus tersebut.
1. Digeledah Bareskrim Polri
Tim dari Bareskrim Polri menggeledah kantor PT SJL pada Jumat, 20 Februari 2026. Lokasinya berada di Jalan Raya Tengger Kandangan, Benowo, Surabaya.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil pertambangan ilegal di Kalimantan Barat.
Langkah tersebut dilakukan setelah penyidik menerima Laporan Hasil Analisis dari PPATK terkait dugaan aliran dana mencurigakan dalam bisnis emas.
2. Dugaan TPPU Emas Ilegal Rp 25,8 Triliun
Kasus ini berkaitan dengan dugaan bisnis pertambangan emas ilegal yang berlangsung sejak 2019 hingga 2025. Nilai transaksi disebut mencapai Rp25,8 triliun.
Dalam laporan yang diterima aparat, terdapat indikasi aliran dana mencurigakan yang melibatkan sejumlah toko emas hingga perusahaan pemurnian emas di berbagai daerah. PT SJL disebut masuk dalam rangkaian penyelidikan tersebut.
3. Pernah Diprotes Warga
Pada akhir 2024, warga sekitar lokasi perusahaan melakukan protes besar-besaran. Mereka mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas peleburan emas.
Sejumlah warga, khususnya lansia dan anak-anak, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, hingga iritasi. Konflik memuncak sepanjang Mei hingga Oktober 2025 dengan aksi penolakan dan demonstrasi.
4. Workshop Sarang Burung Walet
Bangunan yang kini ditempati PT SJL berdiri sejak 2016 dan pada 2018 difungsikan sebagai workshop serta tempat pemeliharaan sarang burung walet.
Warga kemudian mengetahui bahwa bangunan tersebut berubah fungsi menjadi lokasi peleburan emas. Perubahan fungsi ini memicu polemik karena berada di kawasan padat penduduk.
5. Mangkir dari Hearing DPRD dan Tolak Sidak
Permasalahan PT SJL sempat dibahas dalam hearing Komisi B DPRD Surabaya pada Mei 2025. Namun, pihak perusahaan tidak hadir dalam rapat tersebut.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochammad Machmud, menyatakan, “Ada pelanggaran izin dan peruntukan bangunan. Lokasi tersebut memiliki izin bangunan yang diperuntukan untuk bengkel dan pemeliharaan hewan. Bukan peleburan emas. Bahkan saat sidak PT SJL tidak mengizinkan tim Pemkot Surabaya masuk ke area produksi,” terang Machmud, 27 Mei 2025.
6. Beroperasi Tanpa Izin Sejak 2019
Pada akhir Juni 2025, Direktur PT SJL mengakui aktivitas peleburan emas telah dilakukan sejak 2019 tanpa izin khusus peleburan.
“Tidak ada izin peleburan emas. Jika kami pindah butuh modal yang besar,” terangnya.
Saat itu perusahaan hanya mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan IMB untuk workshop.
7. Tetap Beroperasi Meski Disegel Pemkot
Awal Juli 2025, Pemkot Surabaya melalui Satpol PP melakukan penyegelan setelah Dinas Lingkungan Hidup mengeluarkan tiga surat peringatan.
Namun, perusahaan tetap beroperasi. Bau tidak sedap kembali dikeluhkan warga hingga memicu sidak pada 15 September 2025 oleh sejumlah pejabat, termasuk Armuji dan Bambang Haryo Soekartono.
“Kalau tidak bisa diselesaikan saya akan bawa ke Menteri Lingkungan Hidup,” terang BHS, 15 September 2025.
8. Pemilik Pernah Diperiksa Kasus Antam
Pada April 2024, pemilik PT SJL berinisial TT diperiksa sebagai saksi oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi jual beli emas yang menjerat Budi Said terkait PT Antam.
Kapuspenkum Kejagung RI Ri Ketut Sumedana menyampaikan, “Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara yang dimaksud,” jelas Ketut, Kamis (2/5/2024).
Berita Terkait
-
Detik-detik Gerak Cepat Bareskrim Polri Sita Aset Kantor PT Dana Syariah Indonesia
-
Bareskrim Angkut Isi Toko Emas di Nganjuk, Telusuri TPPU Hasil Tambang Ilegal Kalbar
-
Terkait TPPU Rp25,8 Triliun, Bareskrim Geledah Toko Emas di Surabaya dan Nganjuk
-
Surabaya Pertahankan Predikat SAKIP "AA", Konsisten di Puncak Akuntabilitas Nasional
-
Demi Hindari Cedera, Bernardo Tavares Sesuaikan Program Latihan Persebaya Selama Ramadan
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
8 Fakta Kelam PT Suka Jadi Logam Surabaya: Disegel Pemkot, Digeledah Bareskrim Kasus TPPU Emas
-
Kronologi Terbongkarnya Brankas Kuno Juragan Toko Emas Semar Nganjuk, Ada Perhiasan Lama!
-
Geger Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Paron Ngawi, Membusuk Tanpa Busana!
-
Update Kasus TPPU Emas Ilegal Rp 25,8 Triliun, Bareskrim Geledah PT Suka Jadi Logam di Surabaya
-
Siapa Pemilik Toko Emas Semar Nganjuk? Digeledah Bareskrim hingga Tersandung TPPU Emas Ilegal