SuaraJatim.id - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menimbun masker sejak virus corona merebak pertama kali di Wuhan, China. Tepatnya penimbunan masker itu dilakukan 2 bulan lalu.
Risma menjelaskan penimbunan masker itu dilakukan agar Surabaya tidak kekurangan masker begitu corona masuk ke Indonesia. Hal itu dikatakan Risma saat berkunjung di Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Selasa (3/3/2020).
"Sebetulnya ada (masker), saya sudah punya. Jadi nanti kalau harus dikeluarkan, kita keluarkan. Tapi itu kita timbun sejak awal, kita ada kejadian di Wuhan, itu saya stok barang," kata dia.
Menurutnya, masker tersebut sudah disimpan oleh Risma, melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Namun hal ini, sengaja disembunyikan oleh Risma, agar tak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
"Dinas Kesehatan sudah punya. Tapi saya enggak ngomong supaya warga enggak panik. Karena kalau saya ngomong, nanti panik warga," imbuhnya.
Selain itu, Risma menegaskan, agar masyarakat untuk tidak takut memeriksakan dirinya. Karena dengan memeriksakan dirinya sendiri, bisa mengetahui sejak dini gejala-gejala virus corona.
"Tidak usah takut untuk biaya, silahkan diperiksakan langsung, Unair sudah menyiapkan sarprasnya (sarana prasarana). Langsung saja nggak usah bingung begitu merasa enggak enak, curiga, langsung ke rs Unair. Kami sudah komunikasi dengan rs Unair, dan Dinkes kita," ungkapnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, saat ini sudah mempersiapkan beberapa tempat cuci tangan. Karena menurut Risma, penularan virus corona itu berawal dari kebersihan diri.
"Kita juga memberikan fasilitas kita siapkan untuk cuci tangan, akan saya pasang di beberapa taman dan sekolah untuk cuci tangan. Mudah-mudahan bisa secepatnya, sekolah sudah ada. Salah satunya menjaga sisi imun kita, lingkungan harus bersih, kita siapkan untuk minum-minum," pungkasnya.
Baca Juga: J-Rocks Batal Manggung karena Virus Corona
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
J-Rocks Batal Manggung karena Virus Corona
-
Panic Buying karena Corona, Mahfud: Presiden Tahu Warga Borong Sembako
-
Kata Kemenkes soal Viral Pasien Covid-19 yang Tak Diberitahu Kondisinya
-
MUI: Timbun Masker saat Wabah Virus Corona Demi Keuntungan adalah Haram
-
Diperiksa 3 Jam, Dinkes Bawa Spesimen Pegawai Amigos ke Balitbangkes
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun
-
BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek
-
Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut