SuaraJatim.id - Publik dikejutkan dengan kemunculan akun Facebook bernama Eka Pras (Satru Laras) yang meramalkan adanya virus corona sejak 2016. Namun, ternyata status berisi ramalan tersebut merupakan hasil suntingan belum lama ini.
Awalnya, akun tersebut membuat status pada 31 Desember 2016 pukul 15.22 WIB. Pada unggahan tersebut, berisi ramalan akan terjadinya wabah virus corona.
"Awal tahun 2020 nanti akan ada virus dari China, menyerang hampir 1/3 manusia di bumi.. Mau percaya silahkan.. Tidak juga gapapa.." tulisnya seperti dikutip Suara.com, Selasa (10/3/2020).
Dari penelusuran Suara.com, saat dilihat riwayat pengeditan muncul fakta yang mengejutkan. Ternyata, akun tersebut telah menyunting status lamanya itu.
Postingan asli yang dibuat pada 31 Desember 2016 pukul 15.22 WIB bukanlah postingan mengenai ramalan akan adanya virus corona. Melainkan postingan lain yang berisi tulisan berbahasa Jawa.
"Jenenge tulisan i tergantung seng moco. Kari temu nalare po ra di knekne (Namanya tulisan itu tergantung yang baca. Tinggal ketemu nalarnya apa nggak bisa disambung)" demikian isi postingan awal.
Lalu, pada 8 Maret 2020 pukul 18.23 WIB akun tersebut menyunting postingan itu dan menggantinya dengan ramalan virus corona seperti yang viral baru-baru ini.
Dari riwayat postingan, akun tersebut terakhir kali membuat postingan pada 22 Oktober 2018. Sejak saat itu tidak ada postingan lainnya yang dibuat oleh akun itu.
Dalam bio akun Facebook Eka Pras (Satru Laras) tertuliskan jika pemilik akun berasal dari Blitar dan pernah mengenyam pendidikan di SMKN 1 Udanawu. Tertulis juga 12 Juni 1997 sebagai tanggal lahir Sang Pemilik akun.
Baca Juga: Jadi Mendadak Kenyang, Geger Pedagang Cuci Piring Pakai Air Comberan
Hingga berita ini disusun, Suara.com masih mencoba mengonfirmasi langsung kepada pemilik akun tersebut.
Berita Terkait
-
Setelah Dua Tahun Disiram, Perempuan Ini Baru Sadar Tanamannya Palsu
-
Isolasi 82 Warga Batam, Kadinkes: Alhamdulillah Tak Ada yang Positif Corona
-
Soroti Masker Bekas Pakai, Pakar: Itu Sampah Medis!
-
Kerja di Kawasan Industri, 13 TKA di Kabupaten Bekasi Masuk ODP Corona
-
Presiden Portugal Dikarantina 14 Hari Usai Bertemu Siswa Positif Corona
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Kepala SPPG Wajib Buat Perjanjian Waktu Konsumsi Terbaik MBG dengan Kepala Sekolah
-
Komitmen Pendidikan Berkualitas, Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan dari BMPS
-
Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Pacitan, 7 Rumah Rusak
-
5 Fakta Pikap Sayur Tabrak Penonton Balap Liar di Magetan, 2 Orang Tewas
-
Gubernur Khofifah Tangani Banjir Situbondo Cepat dan Terpadu: Keruk Sungai, Penguatan Infrastruktur