SuaraJatim.id - Aksi solidarits warga Dusun Panasan, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan patut di tiru. Ketika banyak pasien virus corona yang dikucilkan, di desa ini malah dirangkul.
Dirangkul bukan arti sebenarnya. Warga Desa Panasan melakukan solidaritas dengan memberikan bantuan pangan ke warganya yang positif corona. Mereka mencantolkan atau menaruh sayuran di rumah warga positif corona itu.
Di desa itu, satu keluarga Endang Lestari positif corona. Mereka mengisolasi diri di dalam rumah. Endang Lestari menceritakan itu dalam video conference dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
“Riwayat perjalanan kami, sebenarnya kami terinfeksi dari almarhum ayah kami yang dinyatakan positif Covid-19. Setelah dua hari wafat. Beliau diketahui baru saja pulang dari mengikuti kegiatan seminar di Bogor,” cerita Endang Lestari.
Begitu mendapatkan konfirmasi bahwa sang ayah yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19, petugas puskesmas segera mendatangi keluarga mereka dan melakukan rangkaian tes swab.
Yang pertama kali terkonfirmasi positif adalah sang ibu dan langsung dirawat di RSUD dr Soedono Madiun. Sedangkan, Endang sebagai anak juga dinyatakan positif tiga hari setelahnya.
“Saat menjalani perawatan, kami memang semula kaget. Tapi kami juga sudah mengira bahwa kami juga akan tertular, karena kami sangat ‘los’ saat berkontak dengan ayah. Ini karena kan kami merawat, jadi kami merasa wajar dan menyiapkan mental jika dinyatakan terpapar,” ceritanya.
Lebih lanjut Endang menceritakan bahwa proses menunggu hasil swab memang cukup memakan waktu. Selama menunggu hasil swab, mereka diisolasi mandiri di rumah.
“Di saat isolasi mandiri inilah tetangga kami memberikan support yang sangat besar pada kami. Jadi walaupun mereka menjaga jarak, mereka tetap menunjukkkan solidaritas dengan sering menawari apa yang kami butuhkan, misalnya sayuran, lauk pauk, makanan, mereka memberikan ke kami dengan dicantolkan ke pagar. Kami tidak bisa keluar rumah, maka mereka yang membelikan,” ucapnya sembari menunjukkan gambar hasil potret sayuran dalam plastik yang dicantolkan di pagar depan rumah.
Baca Juga: Trik Jitu Download Video Online dengan 3 Situs Ini
Tidak hanya itu, Endang juga mengaku mendapatkan support besar dari perawat dan tenaga kesehatan di RSUD dr Soedono Madiun yang tak kenal lelah memberikan semangat motivasi bahwa ia pasti bisa sembuh. Hal tersebut akhirnya terwujud setelah Endang menjalani 21 hari masa perawatan dan akhirnya dinyatakan sembuh.
“Pesan kami bagi seluruh warga masyarakat, di tengah pandemi Covid-19 ini tolong lebih baik ikuti anjuran pemerintah. Tetap tinggal di rumah. Keluar rumah hanya untuk urusan yang sangat penting dan jangan pergi tanpa masker. Itu menjadi imbauan kami,” kata Endang yang mengaku tak memiliki gejala klinis, meski dinyatakan positif Covid-19 ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
KPK Duga Sejumlah Kantor Pertanahan Setor Uang ke Oknum Kanwil BPN Jatim
-
Geger Kerangka Manusia Ditemukan di Kawasan Hutan Kedungpring Lamongan
-
Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari
-
Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer
-
Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari