SuaraJatim.id - Ratusan warga Kepulauan Bawean memadati Pelabuahan Gresik pada Jum'at (24/4/2020) malam. Mereka memaksa pulang kampung karena sudah tidak memiliki pekerjaan lagi di perantauan.
Dengan pulang kampung, mereka berharap tidak kelaparan meski tidak bekerja di tengah pandemi virus corona. Pantauan di lapangan, ada 115 penumpang yang memaksa pulang malam hari.
Selama melakukan antrean tiket di pelabuhan, tidak ada penerapan physical distancing. Semua orang berkerumun tanpa ada jarak. Namun rata-rata mereka tetap menggunakan masker sebagai alat pelindung diri. Sampai berita ini ditulis, masih ada ratusan penumpang yang melakukan antrean tiket.
Menurut informasi para calon penumpang ini mengantre tiket sejak pukul 17.00 sore. Pihak pelabuhan semula tidak mengizinkan warga Bawean untuk pulang. Pemicunya pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang semua warga Indonesia untuk mudik ke kampung halaman.
Namun karena desakan banyak penumpang, akhirnya pihak pelabuhan melunak. Para penumpang diperbolehkan pulang ke kampung halaman asalkan membawa surat sehat dari Puskesmas atau rumah sakit.
Nah, salah satu warga perantauan itu adalah Riri (28) dari Kecamatan Tambak, Kepulauan Bawean, Gresik. Ia mengaku sudah 2 bulan ini tidak mendapatkan pekerjaan. Di tempat kerjaanya di Kalimantan ia terkena dampak pengurangan karyawan akibat pandemi corona.
Alasan memaksa pulang, karena bekal sudah tidak ada. Gaji terakhir yang disimpan Riri juga tidak cukup untuk biaya hidup selanjutnya. Beruntung ia masih menyimpan sedikit uang. Itupun hanya bisa dibuat perjalanan pulang dari Kalimantan ke Bawean. Jika tidak pulang kampung, ia tidak yakin bisa bertahan hidup di daerah perantauan.
Riri menuturkan, keputusannya pulang ke kampungan halaman merupakan keputusan yang berat. Paslanya di Bawean sendiri lapangan pekerjaan yang bisa digarap tidak banyak. Ia tidak tahu rencana kedepan setelah pandemi mereda, apakah kembali merantau ke luar pulau atatau menetap selamanya di kampung halaman.
"Kalau di kampung setidaknya ada lahan yang bisa digarap. Meski tidak bekerja pasti bisa makan," kata Riri mantan pekerja proyek bangunan saat diwawancarai Suara.com di pelabuhan penumpang Gresik.
Baca Juga: Batalkan Tiket Mudik, Warga: Kalau Sayang Keluarga Lebih Baik Jangan Pulang
Hal senada juga disampaikan oleh David (20), warga Kecamatan Sangkapura. Ia lebih memilih keluar dari pekerjaanya ketimbang bertahan di perantauan di tengah virus corona yang semakin ganas ini. Bahkan pekerjaan di perusahaan ekpidis saat ini yang ditinggalkan lumayan menguntungkan. Satu bulan ia bisa digaji Rp 4 juta hingga lebih.
“Tidak mungkin karena uang dan pekerjaan harus mengorbankan kesehatan. Saya lebih memilih mundur pekerjaan dan pulang ke rumah ketimbang menghadapi pandemi ini sendiri. Setidaknya, di rumah dekat dengan keluarga, pikiran jadi tenang,” jelasnya.
Kontributor : Amin Alamsyah
Berita Terkait
-
Tanpa Gejala, Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Positif Covid-19
-
Indonesia Dapat Bantuan 140 Ribu APD dari Yayasan Ishihara Taiwan
-
Larangan Mudik di Indonesia, KJRI Hong Kong Minta Pekerja Migran Tunda Cuti
-
Update Corona Covid-19 Global: 93 Persen Pasien di China Sembuh
-
Diminta Jokowi, Donald Trump Siap Kirim Bantuan Ventilator untuk Indonesia
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Jembatan Darurat di Probolinggo Putus Lagi Diterjang Banjir Ekstrem, Akses Warga Terancam
-
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Blitar, 4 Rumah Warga Rusak
-
5 Fakta Korupsi Lampu Hias Probolinggo, Modus Alih Pekerjaan Terbongkar
-
CEK FAKTA: WNI Jadi Tentara AS Klaim Bayar Ratusan Juta Masuk TNI, Benarkah?
-
5 Fakta Kerangka Manusia di Sampang, Forensik Temukan Tulang Baru di Lubang Galian