Namun begitu, Febria berharap untuk ke depannya tidak ada lagi pejuang medis baik itu dokter maupun perawat yang terpapar hingga kehilangan nyawanya saat menangani pasien COVID-19.
"Perawat dan dokter adalah garda terdepan. Walaupun mereka menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap, tapi saya berharap tidak ada lagi pejuang medis yang terpapar hingga meninggal," katanya.
Tenaga medis di Surabaya yang sebelumnya meninggal dunia akibat COVID-19 adalah Hastuti Yulistiorini, perawat senior di RS Siloam Hospital Surabaya. Hastuti meninggal dunia pada 16 April 2020.
Kasus adanya pasien tidak jujur sebelumnya juga telah terjadi di RSUP dr. Kariadi Semarang pada 17 April 2020. Saat itu ada sekitar 46 tenaga medis terdiri dari dokter spesialis, perawat, tenaga penunjang medis hingga non-medis di rumah sakit setempat terpapar COVID-19.
Kepada petugas, pasien yang datang berobat tersebut tidak mengatakan bahwa dirinya baru saja berpergian dari zona merah COVID-19. Akibatnya puluhan tenaga medis tersebut tertular sehingga harus menjalani isolasi mandiri di Hotel Kesambi Hijau, Semarang selama 14 hari.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyesalkan adanya pasien yang berbohong saat berobat karena ketidakjujurannya itu mengakibatkan puluhan tenaga medis RSUP dr Kariadi Semarang terinfeksi COVID-19. Untuk itu, Ganjar meminta seluruh warga Jateng bersikap jujur agar tidak menambah jumlah orang yang positif terinfeksi virus corona jenis baru itu.
Sebelumnya juga ada pemberitaan terkait dengan ketidakjujuran pasien di RSUD Purwodadi, hingga menyebabkan 76 pegawai RSUD dinyatakan positif COVID-19 pada 10 April 2020.
Sementara itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengonfirmasi bahwa tidak kurang dari 24 dokter meninggal akibat virus corona, sedangkan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadillah mengonfirmasi sekurangnya 16 perawat meninggal dunia terkait virus itu. Dari data itu, tidak kurang dari 40 tenaga kesehatan telah gugur dalam tugas berat menangani COVID-19.
Kepala Negara juga menginginkan seluruh tenaga kesehatan mendapat APD terbaik dan sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Baca Juga: 99% Biro Wisata di Jogja Tutup Akibat Wabah Virus Corona
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo saat menyampaikan arahan dari Presiden usai rapat terbatas itu meminta jajarannya menerapkan upaya agar tidak ada lagi tenaga medis yang wafat karena menangani pasien terinfeksi virus corona.
Penekanan dari Presiden untuk memberikan perlindungan optimal kepada para dokter dan tenaga medis lain sebagai garda dengan memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis yang bertugas menangani pasien terkait COVID-19 karena tidak ingin ada lagi dokter yang wafat karena perlindungan belum maksimal.
Ketua Umum PB IDI, Daeng Mohammad Faqih meminta penunjukan rumah sakit khusus dan pendistribusian alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis lebih banyak lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Ratusan Sopir Dump Truk Demo DPRD Ponorogo, Desak Tambang Dibuka Lagi
-
Kronologi Nenek 63 Tahun Tewas Terlindas Truk Trailer di Gresik, Motor Naik ke Bahu Jalan
-
Kantor Ormas Madas Disegel Polisi, Dugaan Mafia Tanah di Surabaya Terkuak
-
Dugaan Kasus Perzinahan Oknum Guru SD di Madiun Dibongkar Istri, Kini Berujung ke Polisi
-
Geger Bayi dalam Kardus, Dibuang di Teras Rumah Warga Banyuwangi