SuaraJatim.id - Tak banyak yang tahu jika sosok Didi Kempot mempunyai penyakit asma. Padahal di panggung, Sobat Ambyar hanya melihat The Godfather Of Broken Heart Didi Kempot sosok yang enerjik.
Keponakan Didi Kempot, Hatma Maulana menceritakan jika pamannya pulang ke Ngawi 3 hari lalu. Hatma tidak menyangka kalau itu pertemuan terakhir dengan almarhum.
Tiga hari itu, Didi Kempot mengeluhkan sesak.
“Om Didi punya riwayat penyakit asma. Biasanya kalau ketemu tidak pernah mengeluh sakit, baru kemarin saja beliau mengeluh,” kata anak dari Almarhum Mamiek Prakoso, kakak Didi Kempot, Selasa (5/5/2020).
Saat ketemu itu, Didi Kempot banyak bercerita tentang masa kecilnya dengan almarhum ayahnya, Mamiek Prakoso. Mendiang almarhum juga menceritakan proses karir Didi Kempot hingga sukses seperti sekarang ini.
“Almarhum Om Didi saat ketemu bercerita tentang masa kecil dirinya dengan almarhum ayah saya, Mamiek Prakoso,” katanya.
Sepengetahuan Hatma, saat masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan Lord Didi julukan Didi Kempot menulis lagu dan menyanyi di rumah yang live di sosial media. Hatma menyebut jika Didi Kempot akan projek bareng dengan kakaknya, Suka Pradana.
“Rencananya akan menyanyi duet dengan kakak saya, Suka Pradana,” pungkasnya.
Obat pernapasan
Baca Juga: Wakil Ketua KPK Kenang Almarhum Didi Kempot Sebagai Seniman Antikorupsi
Semasa hidup Didi Kempot selalu membawa obat pembantu pernapasan. Didi Kempot memang mempunyai riwayat penyakit asma.
Hal itu diungkapkan adik Didi Kempot, Eko Guntur atau Eko Gudel saat ditemui di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah (5/5/2020). Didi Kempot meninggal dunia Selasa pagi tadi. Sebelum meninggal Didi Kempot mengeluh sesak nafas.
”Jadi kalau manggung itu bawa obat pembantu pernafasan,” kata Eko.
Saat ini jenazah Didi Kempot tengah dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya di Desa Majasem, kecamatan Kendal, kabupaten Ngawi. Dia mengatakan bahwa jenazah akan langsung dimakamkan setelah disholatkan.
Nantinya Didi akan dimakamkan di makam milik keluarga dan berada di samping makam putra pertamanya.
”Tadi dapat pertimbangan dari Pak Rudy, katanya disholatkan di Ngawi saja dan langsung dimakamkan,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu
-
Jelang Suro: Polsek Widodaren Sita 10 Knalpot Brong di Parkiran Sekolah
-
Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas
-
Terhempas Jalan Bergelombang, Pemuda Bangkalan Tewas Terseret Truk 200 Meter di Jombang
-
Dramatis! Penyelamatan Balita yang Terjebak dalam Mobil Terkunci di Mojokerto