SuaraJatim.id - Puluhan orang dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Surabaya menggelar aksi meminta agar Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim menghentikan perselisihan yang muncul beberapa waktu belakangan, lantaran kemunculan klaster baru Corona di lingkungan pabrik rokok PT Sampoerna Tbk.
Dalam aksinya, beberapa orang terlihat menggunakan pakaian hazmat membentangkan beberapa tuntutan meminta kedua pemerintah untuk bisa bersinergi, terutama menghadapi Pandemi Virus Corona.
Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center Surabaya Arif AN berharap agar kedua pemerintahan ini bisa bersinergi, saat menanggulangi pandemi.
"Ketegangan ini sangat terlihat, saat permasalahan ditemukannya kluster baru Pabrik Rokok Sampoerna yang (menyebabkan pekerjanya) meninggal dua orang. Kami menilai hal ini sangat tidak etis dipertontonkan dan terkesan saling salah menyalahkan," ujarnya saat ditemui awak media di depan Kantornya, Jalan Wuni Surabaya, Selasa (5/5/2020) sore.
Ia menilai, jika perselisihan antarkedua elite pemerintahan berlanjut, maka masyarakat yang akan menjadi korbannya. Apalagi perselisihan terjadi pada masa PSBB Surabaya Raya.
"Dipastikan warga yang menjadi korban, karena warga sendiri yang dibuat bingung," imbuhnya.
Selain menyoroti tuntutan tersebut, Wakil Ketua MCCC Surabaya Achmad Rosyidi menambahkan, pihaknya juga meminta agar segera ada rumah sakit darurat karena lonjakan penderita COVID-19 terus merangkak.
"Ini yang kami melihatnya segera untuk dieksekusi. Polemik siapa yang menjadi pemutus kebijakannya, silakan. Kebutuhan Rumah Sakit Darurat adalah keniscyaan, harus segera difungsikan," ujarnya.
Dalam aksi tersebut, MCCC Surabaya menyampaikan delapan tuntutan dalam menangani Pandemi Virus Corona, antara lain;
Baca Juga: Kabar Terbaru Nasib Karyawan HM Sampoerna yang Positif Corona
- Hentikan silang pendapat dan disharmonis antara Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya.
- Jangan buat gaduh politik disaat rakyat susah dengan wacana pembentukan Pansus Covid-19 DPRD Kota Surabaya.
- Segera fungsikan fasilitas gedung yang ada untuk membuat Rumah Sakit Darurat, karena lonjakan penderita Covid 19 terus merangkak naik angkanya.
- Kepada seluruh masyarakat Surabaya Raya, khususnya arek-arek Suroboyo, ayo taati PSBB dan perusahaan yang masih bekerja WFH saja.
- Jangan mudik rek, kasihan saudara kita, imbauan ini disampaikan karena banyak warga pendatang di Surabaya.
- Ayo Taat Kabeh (semua), biar PSBB ini efektif. Masih belum maksimalnya PSBB pada hari ke-8 ayo kita tegakkan punishment, terutama Kapolrestabes Surabaya dan Kapolres Tanjung Perak Surabaya.
- Kami berterima kasih kepada tenaga medis, engkau pahlawan kami saat ini.
- Terkait data mohon kiranya kepada pemerintahan disemua tingkatan, agar adanya pendataan yang jelas, jangan membuat RT RW bingung dengan pendataan bantuan.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Berkat Pembawa Petaka: Puluhan Warga Simokerto Surabaya Tumbang Usai Hadiri Kenduri
-
Dompet Kosong, Orang Ketiga Datang: Potret Pilu Lonjakan Cerai Gugat di PA Blitar Awal 2026
-
Babak Baru Korupsi Ponorogo: Berkas Dilimpahkan, Sugiri Sancoko Segera Duduk di Kursi Pesakitan
-
Lelah Berujung Musibah: Detik-Detik Menegangkan Motor Terjun ke Sungai di Jembatan Koncer Bondowoso
-
Teror dari Langit: Balon Udara Meledak di Atap Rumah Warga Tulungagung, Polisi Buru Pelaku