SuaraJatim.id - Warga Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, mendadak heboh setelah beberapa warganya menemukan jobong sumur di tepi sungai yang melintasi wilayah mereka. Total ada empat jobong sumur yang ditemukan warga di sepanjang sungai itu.
Warga makin heboh, lantaran jobong sumur itu diperkirakan peninggalan era Kerajaan Kadiri yang eksis pada abad 11-13 masehi. Keterangan tersebut diperkuat dengan analisis yang disampaikan petugas saat melihat struktur jobong di lokasi.
Jobong sumur itu pertama kali ditemukan oleh Eko Budi Santoso (37), warga setempat pada Minggu (20/6/2020) sore. Saat memancing bersama tiga rekannya, Eko mendapati genangan air di tepi sungai. Penasaran, lantas genangan air itu digali.
"Ya (genangan air) diperkirakan kayak tempat pemandian, ternyata jobong sumur," ujar Eko saat ditemui Suarajatim.id di lokasi, Rabu (24/6/2020).
Eko bersama rekan-rekan makin heran, lantaran saat proses penggalian ditemukan sejumlah tulang belulang di dalam sumur. Tak hanya itu, di kedalaman dua meter dirinya juga menemukan beberapa pecahan gegabah dan benda seperti guci.
"Ada beberapa titik (jobong sumur yang ditemukan), tidak cuma satu," tuturnya.
Mulanya Eko bersama rekan-rekannya hanya menemukan tiga jobong sumur di tepi sungai yang membelah Desa Toyoresmi. Namun saat melakukan pencarian ulang, ternyata ada empat jobong sumur. Adapun keempat jobong tersebut jaraknya berdekatan.
"Cuma bentuk jobong antara satu dengan yang lain berbeda, yang di sini tingginya tembikar 20 centimeter, yang (jobong sebelah) sana 50 centimeter," jelasnya.
Warga tak mengetahui asal mula jobong sumur tersebut. Hanya terdapat cerita yang berkembang di masyarakat yang menyebutkan bahwa dulunya wilayah Desa Toyoresmi merupakan bekas permukiman kuno. Cerita itu berkembang hingga kini.
Baca Juga: Diduga Sumur, Warga Kediri Temukan Tempat Penyimpanan Air Era Majapahit
"Dan banyak ditemukan keramik-keramik dinasti (kerajaan), sepanjang sungai ini juga banyak situsnya," papar Eko.
Pantauan suarajatim.id, jobong sumur yang ditemukan warga rata-rata berdiameter 70 centimeter dengan kedalaman sekitar 160 centimeter. Adapun dinding jobong sumur berupa tembikar, yang fungsinya sebagai penyaring kotoran air sungai.
"Yang disebut sumur kuno itu ya seperti ini. Sumur kuno itu sumur yang terbuat dari tembikar, tanah liat dibakar. Fungsinya tembikar ini seperti halnya buis beton untuk bikin sumur," ujar Kasi Museum dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri Eko Priatno.
"Ini bentuk sanitasi masyarakat Kediri zaman dulu. Ketika mereka memanfaatkan sungai sebagai MCK, dia minumnya nggak lewat sungainya, tapi lewat sumurnya. Karena (air di) sumur ini sudah bersih, tersaring dengan tembikar," sambungnya.
Berdasarkan struktur dan lokasi ditemukannya jobong sumur, Eko Priatno menduga situs ini merupakan peninggalan peradaban Kerajaan Kadiri. Namun hal ini baru sebatas dugaan, sebab bisa jadi situs itu merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.
"Peninggalan ini setidak-tidaknya minimal (dibuat) zaman Majapahit. Nah, bisa lebih tua dari itu. Kenapa saya nggak bisa memberikan kepastian, karena memang tidak ada inskripsi di situ (jobong sumur)," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Kemenhut Berhasil Padamkan Kebakaran 30 Hektare di Gunung Rinjani
-
Ruko Fotokopi di Ponorogo Rata dengan Tanah Usai Perselingkuhan Terbongkar
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD