SuaraJatim.id - Jenazah pensiunan TNI Angkatan Laut, Sutrisno ditolak dimakamkan di desa tempat keluarganya tinggal. Sang istri, Titik (51) pun protes.
Mereka adalah warga RT 21 RW 05 Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Titik merasa diperlakukan tidak adil saat suaminya tak boleh dimakamkan di TPU Desa Pagerwojo. Padahal suaminya meninggal bukan terkorfirmasi Covid-19.
Oleh Kaur Kesra Desa Pagerwojo Sauri, almarhum dipersilakan dimakamkan di TPU Delta Praloyo Jalan Lingkar Timur Rangkah Sidoarjo.
“Suami saya meninggal Senin (15/6/2020) malam, dan tidak diperbolehkan dimakamkan di TPU Desa Pagerwojo. Saran dari Pak Modin Sauri harus dimakamkan di TPU Delta Praloyo khusus Covid-19,” katanya di Sidoarjo seperti dilansir BeritaJatim.com, Senin (13/7/2020).
Titik membawa bukti izin dari RSAL Surabaya jika suaminya bisa dimakamkan di mana saja.
“Saya sudah tunjukkan surat izin, tapi ditolak. Mungkin yang disampaikan oleh Pak Modin itu aturan desa atau mewakili desa akhirnya saya pasrah. Karena saya lagi bersedih dan berfikir tidak jernih saat itu, saya pun ikhlas,” imbuhnya sedih.
Namun ironisnya setelah 7 hari kematian Sutrisno, ada warga yang meninggal namun boleh dimakamkan di TPU Desa Pagerwojo.
Titik pun protes ke Kaur Kesra Desa Pagerwojo melalui telpon.
Saat telpon, mendapat jawaban dari Sauri, “Mbak sampeyan jangan tersingung yaa (anda jangan tersinggung ya), ini ada perturan baru dari Kades Pagerwojo karena H. Mahmud penduduk pribumi dan tokoh masyarakat”.
Baca Juga: WHO: Banyak Negara Salah Arah Tangani Virus Corona
“Mendengar jawaban pembelaan Sauri, saya tersinggung karen merasa ber-KTP Desa Pagerwojo, diberlakukan diskriminasi. Saya akan menempuh jalur hukum, mencari keadilan,” tegasnya.
Terpisah, Kades Pagerwojo, Ahmad Mulyanto kepada wartawan mengatakan, saat itu dirinya dihubungi oleh Siswanto purnawirawan TNI untuk mengurus izin pemakaman rekannya Sutrisno (alm).
“Saya bilang, silakan diatur sesuai prosedurnya bagaimana. Saya tidak mengatakan boleh dimakamkan di sini atau tidak boleh,” akunya.
Kemudian Kades konfirmasi ke Kaur Kesra Sauri, dan mengecek tidak ada masalah dan sudah dimakamkan di TPU Delta Praloyo. Lalu setelah pemakaman dirinya didatangi oleh Ny Titik istri Sutrino (alm) dengan bertanya, “kenapa suaminya tidak boleh dimakamkan di TPU desa? Padahal negatif Covid-19”.
Kades bertanya ulang, kenapa tidak mencari dirinya. “Saya tidak boleh sama Pak Modin. Katanya Pak Modin bisa mewakili kades,” papar Mulyanto menirukan penjelasan kronologis dari isteri Sutrisno (alm).
Lebih jauh Mulyanyo menjelaskan, pihak keluarga meminta pemindahan pemakaman Sutrisno dari TPU Delta Praloyo ke TPU Desa Pagerwojo.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
BRI KKB Expo 2026 Digelar Serentak, Ada Beragam Promo untuk Pembelian Kendaraan
-
Promo HUT Ke-81 RI dari BRI, Nikmati Penawaran Menarik untuk Kuliner, Travel, dan Hiburan
-
Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi
-
HUT RI Berdarah di Mojoagung: Gegara Geber Motor, Remaja Jadi Bulan-bulanan Massa