SuaraJatim.id - Ratusan warga yang tergabung dalam Pergerakan Umat Islam (PUI) Kediri Raya menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri hari ini. Kedatangan mereka untuk menolak rancangan undang-undang haluan ideologi Pancasila.
Ada lima tuntutan yang disampaikan massa aksi di depan Kantor DPRD Kota Kediri. Pertama mendesak pihak-pihak terkait membatalkan rancangan undang-undang haluan ideologi Pancasila (RUU HIP). Kedua hapus RUU tersebut dari prolegnas.
Ketiga, massa aksi mendesak agar inisiator dan konseptor RUU HIP dipidana karena diduga melakukan upaya perbuatan makar yakni mengubah Pancasila. Keempat, penuntut pemerintah membubarkan parpol penginisiasi atau pengusul RUU HIP.
"Lima, menuntut pembubaran BPIP. Karena BPIP tidak memiliki tugas pokok dan fungsi yang jelas, bahkan tidak menunjukkan manfaat dan kinerja yang nyata," kata Presidium PUI Kediri Raya, Rahmat Mahmudi kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).
"Bahkan ketika Pancasila ini hendak diotak-atik, hendak diubah, tapi BPIP tidak berdaya apapun. Maka tidak ada manfaatnya BPIP, BPIP itu harus dibubarkan," lanjutnya.
Pantauan SuaraJatim.id, ada ratusan massa aksi yang ikut turun ke jalan menolak RUU HIP di depan Kantor DPRD Kota Kediri. Seluruh massa aksi mengenakan masker, namun banyak dari mereka berkerumun, tak berjarak antar satu dengan yang lainnya.
Sesuai berorasi singkat, perwakilan massa aksi berjumlah sembilan orang beraudiensi dengan pimpinan DPRD Kota Kediri. Sebelum audiensi dimulai, kesembilan perwakilan tersebut dirapid test oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri.
Kepala Dinkes Kota Kediri, Fauzan Adima, menjelaskan rapid test tersebut dilakukan untuk menghindari episentrum penularan dan klaster Covid-19 baru dari para pendemo. Terlebih massa PUI Kediri Raya berunjuk rasa di masa pandemi Covid-19.
"Mereka menyampaikan pendapat sesuai dengan undang-undang dasar 1945. Kami juga punya kewajiban untuk melindungi (masyarakat) dari segi kesehatan sesuai dengan pasal 28 undang-undang dasar 1945," tutur Fauzan.
Baca Juga: Rapid Test di Pasar Keputran Surabaya, 37 Pedagang dan Pembeli Reaktif
"Oleh karena itu, kami dari perwakilan negara hadir di demo ini dengan melakukan rapid test. Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat supaya tidak tertular oleh penyakit Covid-19 ini," sambung Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri ini.
Menurut Fauzan, rapid test kesembilan perwakilan massa aksi hasilnya nonreaktif. Setelahnya kesembilan perwakilan tersebut diperbolehkan bertemu dengan pimpinan dewan yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Katino.
Saat ditemui wartawan seusai audiensi, Katino berjanji akan meneruskan tuntutan massa aksi ke pusat.
"Kita akan meneruskan tuntutan itu ke DPR RI," ucap politikus Partai Gerindra itu.
Kontributor : Usman Hadi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
-
RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan
-
Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu
-
Jelang Suro: Polsek Widodaren Sita 10 Knalpot Brong di Parkiran Sekolah