SuaraJatim.id - Sebelum mengajukan nama anak Dahlan Iskan, Azrul Ananda, menjadi calon Wakil Wali Kota Surabaya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Surabaya ternyata sempat menimbang nama artis Anang Hermansyah.
Dua nama itu menjadi opsi dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Namun kekinian, nama Azrul lebih dipilih oleh partai besutan Surya Paloh tersebut.
Ketua DPD Partai Nasdem Kota Surabaya Robert Simangunsong mengakui adanya dua opsi nama tersebut untuk mendamping bakal calon Wali Kota Machfud Arifin.
"Saat ini kami menganggap AA (Azrul Ananda) lebih tepat. Walaupun sebenarnya, dari kami sebelumnya ada nama Anang Hermasyah, yang saat ini sudah menjadi anggota Nasdem. Namun yang lebih tahu dari seluk beluk Kota Surabaya adalah Azrul Ananda, jadi pilihan langsung ke Azrul," ujarnya saat ditemui di kantornya pada Selasa (28/7/2020) sore.
Alasan Nasdem memilih Azrul dibandingkan Anang Hermasyah, berdasarkan hasil survei yang dilakukan partai tersebut dengan memperhatikan elektabilitas.
"Karena dari hasil survei, elektabilitas dan tingkat popularitas Azrul itu jauh di atas popularitas calon-calon atau nama anggota DPRD Kota (Surabaya), yang saat ini ada. Masih tinggi Azrul," imbuhnya.
Selain dilihat dari hasil survei yang dilakukan Nasdem, Azrul juga sudah lama mengetahui seluk beluk Kota Surabaya, sehingga wajar jika partainya lebih memilih Azrul.
"Jadi kita lebih utamakan kepentingan rakyat, kepentingan Kota Surabaya, nanti bisa dibangun lebih baik," ujarnya.
Sebelumnya, DPD Partai Nasdem Kota Surabaya mengajukan Azrula Ananda untuk mendampingi Calon Wali Kota Machfud Arifin dalam Pilkada Kota Pahlawan tersebut.
Baca Juga: Nasdem Ajukan Anak Dahlan Iskan Dampingi Machfud Arifin di Pilkada Surabaya
Ketua DPD Partai Nasdem Kota Surabaya Robert Simangunsong mengatakan, partai besutan Surya Paloh tersebut secara resmi sudah serahkan nama Azrul Ananda kepada Tim Pemenangan Machfud Arifin.
"Jadi calon Wakil Wali Kota dari Partai Nasdem secara resmi sudah kami serahkan ke tim Pemenangan, ke Gus Amik secara tertulis sudah final yaitu Azrul Ananda," ujarnya saat ditemui SuaraJatim.id di kantor Partai Nasdem Kota Surabaya pada Selasa (28/7/2020) sore.
Alasan dipilihnya Presiden Persebaya tersebut, lantaran sosoknya yang millenial dan cocok mendampingi Machfud yang mewakili unsur birokrat dan teknokrat.
"Kenapa Azrul Ananda? Karena kami menganggap dari unsur birokrat dan teknokrat-nya sudah dimiliki oleh Pak Machfud Arifin. Kita mencari dari millennial, supaya nanti sinerginya bisa membangun Surabaya lebih baik, di mana di sana unsur pemudanya, unsur millenial-nya ada di pemerintahan kota, sehingga masyarakat dalam menyampaikan hal apa yang perlu dibangun itu lebih cepat," ujarnya.
Selain itu, Robert mengemukakan, sosok Azrul merupakan tokoh milenial yang sukses dan juga memiliki kekuatan jaringan media dan kaum muda di Kota Pahlawan.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kronologi Anak Terjepit Teralis Bangku di RSUD Jombang, Damkar Turun Tangan
-
Warga Keluhkan Parkir Liar di Tulungagung, Dipungut Rp 5 Ribu di Depan Hotel
-
Miris! Lansia Tokoh Masyarakat Cabuli Anak di Surabaya, Korban Diancam dan Diiming-imingi Jajan
-
Pacitan Diguncang 1.135 Gempa Sepanjang 2025, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga
-
Kasus Napi Aniaya Napi di Lapas Blitar Berujung Maut, Korban Tewas Kritis dan Stroke Otak