"Kemarin anggota juga ada yang ke rumah sakit. Masalah ini sedang kami selidiki," katanya.
Diketahui, bocah malang itu londisinya memprihatinkan karena lengan kiri diperban diduga patah. Selain itu, terdapat lebam pada bagian wajah seperti bekas luka di kening dan pipi.
Memar juga terlihat di sejumlah bagian tubuh diduga akibat tindak kekerasan.
"Anak itu sebelumnya bersama dengan seorang perempuan. Akan tetapi, tidak kelihatan jelas mukanya karena menggunakan masker," kata Sri, warga Jalan Kopi Selatan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Kejadian ini dengan cepat diketahui masyarakat karena video bocah malang tersebut beredar di grup-grup media sosial.
Dalam video itu, bocah malang itu dengan polos menceritakan mengapa dia menderita luka lebam dan tangannya patah.
Sang ibu dan nama seorang laki-laki yang diduga teman dekat sang ibu.
Meski menderita luka, bocah tersebut terlihat berusaha tetap menahan rasa sakitnya sehingga membuat warga tidak tega.
Saat ditanya warga, bocah itu dengan lancar menyebutkan alamat rumahnya di Kecamatan Baamang. Namun, dia tampak trauma atas kejadian yang dialaminya sehingga meminta tolong warga mengantarnya ke rumah datuknya.
Baca Juga: Miris! Sepanjang 2020 Ada 4.116 Kasus Kekerasan Terhadap Anak
Kejadian ini langsung dilaporkan kepada polisi untuk ditindaklanjuti. Lembaga swadaya masyarakat Lentera Kartini juga bergerak cepat melakukan pendampingan terhadap bocah tersebut.
"Anak itu sudah dibawa ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk diobati dan dirontgen karena tangannya diduga patah. Tadi berbagi tugas, ada yang mendampingi anak itu ke rumah sakit dan ada yang berkoordinasi ke Polres Kotawaringin Timur," kata Ketua LSM Lentera Kartini, Forisni Aprilista.
Saat di rumah sakit, bocah perempuan itu ditangani dengan diberi gips untuk tangannya yang patah. Kondisi memprihatinkan bocah malang tersebut juga membuat petugas di rumah sakit tersebut tidak tega.
Untuk sementara, bocah tersebut rencananya akan diantar ke rumah datuknya. Namun, LSM Lentera Kartini akan terus memantau perkembangan kondisi bocah dan proses hukum masalah ini.
Berita Terkait
-
Miris! Sepanjang 2020 Ada 4.116 Kasus Kekerasan Terhadap Anak
-
Miris! Bocah 5 Tahun di Sampit Diduga Korban KDRT, Tangan Patah
-
Angka Kekerasan Anak saat Pandemi Tercatat Turun, Bagaimana Faktanya?
-
Hukum Anak Pakai Cambuk hingga Tuangkan Cuka ke Luka, Ayah Dibui 26 Bulan
-
Tega, Orang Tua di Kulon Progo Aniaya dan Ikat Anak di Kandang Kambing
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo
-
Bikin Geger Bawean: Turis Swiss Dikira Hilang Misterius, Ternyata Lagi Asyik Blusukan
-
5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Dekatkan Akses Bahan Pokok Terjangkau
-
Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek