Mudofah, misalnya. Perempuan berusia 33 tahun itu kini terkatung-katung hidupnya. Penghasilan suaminya sebagai petani, belum bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Bahkan anaknya terancam tidak bisa mendaftar sekolah.
"Anak saya lulus TK, mau melanjutkan ke sekolah dasar. Ndak tau ini gimana bayarnya biaya pendaftaran sekolah. Cari-cari utangan di saat seperti ini juga susah," katanya.
Pekerja lain yang bernasib sama dengan Mudofah adalah Maysaroh. Ia mengaku kesulitan mencari uang sejak pandemi melanda.
Saat ini yang bisa dilakukan adalah membantu suaminya menggarap sawah. Apalagi lahan warisan keluarga tersebut menjadi satu-satu nya mata pencaharian.
"Sebenarnya kalau masih bekerja sebagai buruh pembuat songkok sangat terbantu. Minimal membantu pendapatan suami untuk biaya kebutuhan setiap hari," katanya.
Kontributor : Amin Alamsyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Kasus Pemotor Tewas di Pacitan Berakhir Damai, Ini Fakta dan Kronologinya
-
BRI Perluas Layanan BRImo, Pembelian Obat Bisa Langsung Antar ke Rumah
-
Gotong Royong Jadi Kunci, Desa Manemeng Bangun Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan
-
BRI dan Desa BRILiaN Perkuat UMKM Desa Sumowono Semarang dari Pasar Hingga Digitalisasi
-
BRI Perkuat Desa BRILiaN dan UMKM Lontar Sewu, Ekonomi Desa Hendrosari Gresik Melesat