Mudofah, misalnya. Perempuan berusia 33 tahun itu kini terkatung-katung hidupnya. Penghasilan suaminya sebagai petani, belum bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Bahkan anaknya terancam tidak bisa mendaftar sekolah.
"Anak saya lulus TK, mau melanjutkan ke sekolah dasar. Ndak tau ini gimana bayarnya biaya pendaftaran sekolah. Cari-cari utangan di saat seperti ini juga susah," katanya.
Pekerja lain yang bernasib sama dengan Mudofah adalah Maysaroh. Ia mengaku kesulitan mencari uang sejak pandemi melanda.
Saat ini yang bisa dilakukan adalah membantu suaminya menggarap sawah. Apalagi lahan warisan keluarga tersebut menjadi satu-satu nya mata pencaharian.
"Sebenarnya kalau masih bekerja sebagai buruh pembuat songkok sangat terbantu. Minimal membantu pendapatan suami untuk biaya kebutuhan setiap hari," katanya.
Kontributor : Amin Alamsyah
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Risiko Pakaian Bekas, Ini Peringatan Dokter Penyakit Kulit
-
5 Fakta Kebun Binatang Surabaya Usai Digeledah Kejati Jatim, Manajemen Pastikan Wisata Normal
-
Kasus Pencabulan Santriwati: Oknum Lora Bangkalan Ditahan Polda Jatim, Korban Dibawa Kabur 19 Hari!
-
Soal Bantuan Korban Gempa Pacitan, Ini Kata Wagub Jatim
-
Asrama Santri Pesantren di Pamekasan Terbakar, 2 Bangunan Ludes