SuaraJatim.id - Gairah tinggi membuat ciuman dilakukan di berbagai tempat saat bercinta, yang tak jarang meninggalkan cupang.
Namun menurut ahli, setidaknya ada tiga risiko bahaya yang terjadi jika Anda keseringan melakukannya saat bercinta dengan pasangan. Apa saja?
1. Stroke
Kematian akibat stroke setelah dicupang bukanlah hal yang langka. Huffington Post juga melaporkan adanya kasus di 2010 mengenai seorang wanita 44 tahun yang harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita stroke.
Lengannya tidak bisa digerakkan secara tiba-tiba. New Zealand Medical Journal menulis, para dokter menemukan bekas isapan di lehernya. Untungnya, pasien selamat.
Dikutip dari Your Tango, cupang berisiko menyebabkan gumpalan darah dan stroke yang serius, ketika kapiler pecah ke daerah sekitarnya. Sel-sel darah menjadi terganjal di pembuluh dekatnya dan menyebabkan pembekuan.
"Gumpalan darah apa pun bisa berpotensi mematikan. Namun, kemungkinan kematian akibat bekuan darah yang diinduksi cupang sangat, sangat rendah," kata ahli bedah plastik terkemuka di New York, Dr. Steinbrech.
2. Herpes Oral
Herpes oral bisa menyebar lewat cupang ketika pembuluh darah pecah dan terpapar virus herpes simpleks.
Baca Juga: Alasan Kenapa Serangan Stroke Sering Terjadi di Kamar Mandi
Dalam sebuah artikel di AP pada 1987, para dokter melaporkan kasus seorang pria 22 tahun, yang mengalami infeksi ini akibat cupang. Kasus tersebut dimuat di New England Journal of Medicine 1987.
"Kasus ini menunjukkan bahwa virus herpes simplex dapat ditularkan melalui inokulasi langsung," tulis Dr. Nester C. del Rosario dari Eastern Virginia Medical School.
Para dokter menemukan pada bekas cupang pria itu, terdapat virus herpes simplex tipe 1.
3. Luka dan Perubahan Warna Kulit
Ketika pembuluh darah pecah, kulit mengalami cedera. Maka dari itu, bekas cupang bisa terlihat dengan jelas. Ini terjadi ketika luka tidak pulih dengan baik. Jika terlalu lama, kulit mungkin sedikit mengeras dan berubah warna.
Selain itu, jika isapan yang dilakukan sangat keras, mungkin saja luka yang ditimbulkan akan permanen.
Berita Terkait
-
350 Ribu Kematian Terjadi Setiap Tahun Akibat Stroke, Gimana Cara Penanganannya?
-
Saat Stroke Menyerang, Kecepatan Diagnosis Jadi Kunci: MRI 3 Tesla Bantu Ungkap Kondisi Otak
-
Menkes Ungkap Penyebab Utama Umur Pendek Orang Indonesia, Bukan Lagi Penyakit Menular
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Terciduk Nyabu di Hotel Surabaya, Tiga Anggota DPRD Fraksi Gerindra Terancam Dipecat
-
Modal Rp19 Juta, Ini Upaya BRILink Agen Ria Irawan yang Kini Berbuah Manis
-
Menguak Episentrum Ledakan Pakuwon City: Tabung Elpiji 50 Kg dan Kompor Diangkut Labfor
-
Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar
-
Bukan Bom! Gegana Ungkap Biang Kerok Ledakan Pakuwon City yang Hancurkan 41 Bangunan