SuaraJatim.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur mencatat lima pasien baru terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah setempat, sehingga total pasien meningkat dari 308 menjadi 313 orang.
"Pada Selasa, 15 September 2020, kabar kurang baik kembali kami sampaikan hari ini, yaitu ada lima orang warga Magetan terkonfirmasi positif," jelas Kepala Diskominfo Kabupaten Magetan, Saif Muchlissun dalam keterangannya, di Magetan, Selasa malam (15/9/2020).
Tambahan lima pasien ini terdaftar sebagai kasus nomor 309 hingga 313. Mereka tertular akibat berbagai alasan, mulai hasil pelacakan kontak erat dengan kasus konfirmasi sebelumnya, kasus suspek, hingga temuan hasil rapid test.
Sesuai data, kasus ke-309 berinisial SUW (45), warga Kecamatan Kawedanan. Yang bersangkutan merupakan hasil kontak erat dengan pasien ke-285 berinisial SBN.
Kemudian, pasien ke-310 berinisial WAG (45), warga Kecamatan Plaosan. Yang bersangkutan merupakan hasil kontak erat dengan pasien ke-275 berinisial KRM. Pasien ke-311 berinisial EW (22), warga Kecamatan Lembeyan. Pasien saat ini melakukan perawatan dengan cara isolasi mandiri.
Berikutnya, pasien nomor 312 berinisial SPR (60), warga Kecamatan Ngariboyo. Adapun status awal pasien adalah suspek di salah satu rumah sakit di Kabupaten Madiun.
Lalu, pasien ke-313 berinisial SUN (48), warga Kecamatan Takeran dengan status awal pasien adalah suspek di salah satu rumah sakit di Kota Madiun.
Dengan terkonfirmasnya lima warga Magetan hari ini, maka terdapat 313 orang konfirmasi COVID-19. Dari jumlah itu terdapat 223 orang sembuh, 15 orang meninggal, dan 75 orang dalam perawatan dan isolasi mandiri.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Magetan menempati peringat ke-30 dari kabupaten/kota di Jawa Timur dengan tingkat pemulihan kasus sebanyak 71,25 persen dan tingkat kasus kematian sebanyak 4,79 persen.
Baca Juga: Satu Anggota Satpol PP Magetan Positif Covid-19, Lainnya Akan Dites Swab
"Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 setiap harinya terus bertambah. Tingkat kesembuhan tinggi, tetapi jumlah terkonfirmasi positif juga tinggi. Karenanya, warga Magetan diminta disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan," kata Saif Muchlissun. [Antara].
Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119
Berita Terkait
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
Terkini
-
Terkuak! Semburan Lumpur di Jalan Dupak Surabaya Ternyata Pipa Raksasa Petrokimia Gresik Bocor
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Peran BRILink Agen di Desa: Giatkan Ekonomi Lokal
-
Survei Arawicaksa: Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran Hanya 50,1 Persen, Harga Pangan Jadi PR Utama
-
Geger Semburan Lumpur Muncul di Jalan Dupak Surabaya, Warga Khawatir Lapindo Jilid 2
-
Skandal di Ruang Kelas: Dosen UPN Veteran Jatim Diduga Paksa Cium Mahasiswi Hukum