Perlu diketahui, Antok sendiri menjadi seniman berangkat dari nalurinya. Pria 33 tahun itu menekuni sebagai pemain kendang sejak 2006 silam.
Hampir 15 tahun lamanya, ia mencari rezeki yang halal dari pentas seni ini. Mulai dari pemain kendang dangdut kampung hingga wayang kulit.
"Kalau dulu ada aja yang ngundang, ramai sekali. Lebih-lebih wayang kulit adalah seni tradisional yang ngundang biasanya acara-acara sedekah bumi hingga orang punya hajat seperti nikahan dan sunatan," jelansya.
Kini hidupnya menggantung dari orderan pelanggan ojek. Jika harus memilih, Antok akan lebih senang sebagai pemain gendang karena sesuai dengan pilihan nuraninya.
Karena itu, Antok berharap pandemi segera berakhir, apalagi ia sudah merindukan suara teriakan penonton yang semangat menyoraki suara kendang yang ditabuhnya.
Kontributor : Amin Alamsyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit
-
KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal
-
Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama
-
BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan
-
Petaka Cari Kayu Bakar: Nenek di Ponorogo Tewas Terjebak Kobaran Api di Lahan Jati