Budi Arista Romadhoni
Rabu, 18 Maret 2026 | 16:48 WIB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat mencoba angkutan Trans Jatim. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Trans Jatim gratis dua hari Lebaran dukung mobilitas masyarakat.

  • Layanan mencakup banyak wilayah kecuali Trans Jatim Luxury.

  • Program dorong penggunaan transportasi publik lebih aman nyaman.

     

SuaraJatim.id - Program Trans Jatim gratis resmi dihadirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk menyambut momentum Lebaran 2026.

Kebijakan ini berlaku selama dua hari, yakni 21–22 Maret 2026, sebagai upaya mendukung mobilitas masyarakat dalam merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan kerabat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa layanan Trans Jatim gratis ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan kebahagiaan Lebaran yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan gratis,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Kebijakan Trans Jatim gratis ini mencakup seluruh koridor layanan di kawasan Gerbangkertosusila—meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan—serta wilayah Malang Raya. Namun, layanan Trans Jatim Luxury tidak termasuk dalam program tersebut.

Menurut Khofifah, pembebasan tarif ini diberlakukan pada hari H dan H+1 Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai stimulus mobilitas masyarakat.

“Ini bentuk stimulus agar masyarakat bisa bergerak lebih mudah saat Lebaran, terutama untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat,” katanya.

Selain menghadirkan layanan gratis, Pemprov Jatim juga melakukan penyesuaian operasional. Pada hari pertama Lebaran, layanan Trans Jatim beroperasi mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Sementara pada H+1, jadwal kembali normal dari pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap masyarakat beralih menggunakan transportasi publik. Hal tersebut dinilai dapat meningkatkan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan perjalanan selama periode Lebaran.

Selain itu, langkah ini juga diyakini mampu mengurangi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalan raya.

Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Jatim dalam menghadirkan sistem transportasi yang inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan. Khofifah menegaskan bahwa manfaat layanan ini tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga sosial.

“Silaturahim menjadi lebih dekat, perjalanan menjadi lebih hemat. Mudik nyaman tidak harus mahal,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut bersama keluarga. “Ayo ajak keluarga dan teman untuk memanfaatkan layanan Trans Jatim gratis ini. Dua hari ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dengan adanya Trans Jatim gratis, diharapkan masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi publik sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih efisien dan ramah lingkungan di masa mendatang. (Antara)

Load More