SuaraJatim.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara terkait tingginya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, setelah melampaui Filipina menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di ASEAN.
Situs Worldometers, Jumat (16/10/2020) pukul 16.00 WIB menginformasikan Indonesia membukukan sebanyak 353.461 kasus, lebih banyak 1.711 kasus dibanding Filipina yang melaporkan 351.75 kasus.
Melihat ini, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM berpendapat banyaknya jumlah kasus bukanlah gambaran buruknya kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam di RS Kramat 128, Jakarta Pusat itu, kondisi pandemi Covid-19 memburuk jika pertambahan kasus dalam seminggu terakhir meningkat.
"Jadi jumlah kasus tidak mengambarkan buruknya kondisi, namun yang memburuknya kondisi kalau persentase yang positif terakhir seminggu terakhir meningkat," ujar Prof. Zubairi saat dihubungi Suara.com, Jumat (16/10/2020).
Ia menjelaskan, cara membaca kasus penyakit saat pandemi meningkat atau menurun, bukan dengan melihat jumlah kasus baru, tapi melihat presentase kasus baru dalam seminggu terakhir.
Presentase kasus adalah jumlah kasus baru dibagi jumlah total keseluruhan kasus Covid-19 dikalikan 100 persen.
Bebeberapa waktu lalu kasus Indonesia seminggu terakhir sempat turun, tapi kembali melonjak hingga 20 persen. Setelah itu kasus kembali menurun, hingga saat ini.
Prof. Zubairi masih mengingat, waktu itu rata-rata kasus baru dalam sepekan di DKI Jakarta sudah di bawah 12 persen, dan secara nasional di Indonesia rata-rata sudah 14 persen, lalu jadi melonjak di atas 20 persen.
Baca Juga: Maruf Amin: Vaksin Covid-19 Belum Halal Boleh Digunakan, Tapi...
"Rata-ratanya kasus baru sudah pernah mencapai 20 persen. Sekarang tepatnya rata-rata Indonesia 12 persen, DKI Jakarta 10,9 persen," terangnya.
Meskipun angka penurunan ini masih jauh dari target menekan kasus Covid-19 baru hingga 5 persen.
Lalu, mengapa jumlah kasus baru yang ditemukan semakin meningkat?
Prof. Zubairi mengatakan kondisi tersebut tidak lepas dari tes Covid-19 yang dilakukan semakin banyak, dibanding sebelumnya. Rata-rata tes PCR untuk Covid-19 yang dilakukan pemerintah berkisar 30.000 hingga 40.000 tes per hari.
"Saya harapkan sih kalau bisa 50.000 tes per hari akan segera ketemu banyak banget. Akan segera ketemu 500 ribu total kasus tetapi karena ketemu lalu dikarantina, maka penularan berhenti," terangnya.
Maka solusi terbaik mengendalikan pandemi, selain penerapan protokol kesehatan, pemerintah lebih massif lagi melakukan tes Covid-19.
Berita Terkait
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
3 Pemimpin Negara dengan Pendidikan di Bawah SMA: Muka Tebal Suka Tabrak Aturan dan Jahat
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
IDAI: Keamanan Pangan MBG Tak Cukup dengan Guru Mencicipi Makanan
-
IDI Desak Audit RS dan BPJS Usai Tragedi Yusrizal: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Diefisiensi
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek
-
Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut
-
Terbongkar! Kelangkaan BBM di Jatim Ternyata Ulah Mafia: Negara Boncos Rp35 M, Pelaku Dijerat TPPU