SuaraJatim.id - Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi beroperasi kembali setelah beberapa waktu ditutup akibat dampak Pandemi Covid-19 atau Virus Corona.
Meski begitu, pengunjung yang akan memasuki area KBS harus tetap menerapkan protokol kesehatan.
Bahkan dari pihak KBS juga menerapkan protokol kesehatan sesuai prosedur yang ada. Sebelum masuk ke KBS, petugas mengecek suhu tubuh dan meminta setiap pengunjung mencuci tangan.
Kemudian setiap pengunjung diperiksa suhu tubuhnya, jika mencapai lebih dari 37,5 derajat Celcius maka akan diperiksa lebih lanjut oleh tim medis.
"Pengunjung yang lain kalau sudah memenuhi syarat dicek suhu. Suhu di atas 37,5 harus diistirahatkan dulu nanti ada tim medisnya," ucap Agus Humas KBS saat di temui Suaraindonesia.co.id-jaringan Suara.com pada Minggu (25/10/2020).
Meski begitu, selama masa pandemi, pengelola KBS menerapkan batasan umur yang boleh mengunjungi KBS. Balita dan orang lanjut usia (lansia) sementara ini tidak diperkenankan masuk.
"Jadi mulai yang Juli ada batasan balita belum boleh. Sekarang pakai acuan tinggi badan, di bawah 100 centi(meter) belum boleh. Usia lanjut di atas 60 tahun belum boleh," jelasnya.
Pun pengunjung belum bisa merasakan semua wahana di KBS. Karena ada beberapa wahana yang perlu membutuhkan kajian.
"Wahana, akuarium, wisata perahu (sudah). Yang lain-lain masih dalam kajian," jawabnya.
Baca Juga: Pengunjung KBS Keluhkan Parkir Motor Rp5.000
Untuk menjaga kestabilan pengunjung, pihak KBS juga menyediakan paket penunjang, paket eksplorer, paket petualang dan paket virtual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Dukung Pengembangan Talenta Muda Indonesia Melalui Magang Nasional 2026
-
BRI Hadirkan Exclusive Healthcare Services untuk Nasabah Prioritas
-
Isu Uang Damai Kasus Narkoba Menggoyang Surabaya: Polisi Bantah Lepaskan 2 Pria Asal Peneleh
-
11 Ribu Hektare Hutan Jatim Membara Telan 6 Nyawa: Bukti Ban Bekas Ungkap Fakta Sengaja Dibakar
-
Kabur Usai Senggol Pemotor, Mobil Perwira TNI Dikejar dan Dirusak Massa di Lamongan