SuaraJatim.id - Jawa Timur terus mendapat tambahan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) tercatat ada sebanyak 6080 yang telah terdaftar.
Dari ribuan yang sudah terdaftar, sayangnya hanya 456 unit usaha yang masuk dalam kategori maju.
"Sebanyak 456 diantaranya masuk kategori maju, 2.270 berkembang, dan 3.354 pemula," ujar Kepala DPMD Jatim, Muhammad Yasin, Senin (26/10/2020).
Ribuan usaha yang sudah beroperasi, ada sebanyak 4000 BUMDes bergerak di sektor keuangan. Sementara lainnya beroperasi di sektor-sektor peternakan, perdagangan dan pariwisata. Selama masa pendemi Covid-19 banyak BUMDes yang terdampak, DPMD pun bertekad untuk memulihkannya.
"Berbagai terobosan dilakukan Pemprov untuk melindungi BUMDes. Di antaranya, dengan memberikan insentif hingga Rp 50 juta," kata Yasin.
Selain suntikan tersebut, Yasin mengatakan Pemprov Jatim menghubungkan BUMDes dengan program Lumbung Pangan Jatim untuk penyaluran sembako harga terjangkau. Dengan harapan masyarakat bisa membeli sembako dengan harga terjangkau.
"Kerja sama ini kami lakukan dengan pembagian fee order dengan BUMDes. Sejak Agustus, total sudah Rp 619 juta dengan 1323 transaksi," katanya.
Saat ini DPMD tengah melakukan rancangan formula untuk mengembangkan BUMDes. Formula tersebut diutamakan bagi yang bergerak di sektor wisata.
"Karena sektor wisata terbilang masih cukup kecil dibandingkan total BUMDes di Jatim. Padahal, potensi desa-desa wisata sangat melimpah. BUMDes bisa jadi ikhtiar memgembangkan desa, terutama pasca-pandemi Covid-19," katanya.
Baca Juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, BUMDes Guwosari Kembangkan Lahan Pertanian Alami
Kontributor : Arry Saputra
Berita Terkait
-
Wujudkan Ketahanan Pangan, BUMDes Guwosari Kembangkan Lahan Pertanian Alami
-
Bermula dari Iseng, Wastafel Anti Corona Karya BUMDes Tridadi Laris Dibeli
-
Kerja Sama dengan Desa Lainnya, Pasardesa.id Akan Dioptimalkan
-
Lawan Corona, Bumdes Panggungharjo Jadikan Guest House Tempat Karantina
-
BUMDes Panggungharjo Ubah Guest House Jadi Tempat Karantina Para Pendatang
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
BGN Segel Dua SPPG di Pamekasan Akibat Fasilitas Kumuh
-
Predator Berkedok Guru Ngaji di Pamekasan: Nasib Pilu Dua Santriwati Terperangkap Trauma Menahun
-
Dijanjikan Naik Haji, Nenek 86 Tahun di Bojonegoro Tertipu 2 Bandit yang Kuras Hartanya
-
Ijazah Jadi Tawanan: Siasat Culas Perusahaan di Madiun Gembok Masa Depan Buruh dengan Uang Tebusan
-
Sindikat Joki Profesional Terjaring di UTBK Unesa: Tanam Chip di Telinga Sampai Dokumen Palsu