SuaraJatim.id - Penurunan kasus Covid-19 yang terjadi saat libur panjang menuai pertanyaan dari masyarakat.
Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menunjukkan per Senin (2/11/2020) pukul 12.00 WIB tambahan kasus Covid-19 baru 'hanya' 2.618, padahal jika melihat data seminggu sebelumnya kasus baru bertambah antara 3.000 hingga 4.000 kasus perhari.
Menjawab pertanyaan ini, Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Alexander Kaliaga Ginting Suka, Sp.P menegaskan angka ini belum jadi gambaran dampak libur panjang pekan lalu.
"Artinya di bulan yang dilaporkan tanggal 1 (November 2020) kemarin belum mencerminkan dampak akibat libur panjang, sehingga tidak ada pemeriksaan ataupun tidak ada spesimen (dari orang) yang diperiksa (setelah liburan panjang)," ujar Alexander dalam acara Webinar, Selasa (3/11/2020).
Lelaki yang akrab disapa Alex itu juga membenarkan, jika ada penurunan laporan kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan.
Tak main-main kata dia, data kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 82,37 persen.
"Kalau kita lihat dari laporan per 1 Oktober itu ada 337.000 kasus dan yang angka selesai isolasi kesembuhan, dan ada juga artinya kasus kematian yang memang tidak setinggi beberapa minggu sebelumnya," terang Alex.
Alex membantah jika tenaga kesehatan atau rumah sakit tidak mengambil spesimen dari kontak tracing di masyarakat, sehingga menyebabkan penurunan kasus positif Covid-19.
Ia mengatakan spesimen tetap diambil, hanya saja pengiriman atau laporan yang hasil pemeriksaan spesimen yang cenderung tertunda sehingga data menurun.
Baca Juga: Waspada, Lebih dari 33.000 Kasus Covid-19 Terjadi di Malaysia
"Spesimen tetap jumlahnya ada yang diperiksa, dan kemudian jumlah orang yang diperiksa juga tetap menunjukkan bahwa pemeriksaan tetap berlangsung. Yang mungkin terjadi adalah sejumlah sampel, apakah itu dari rumah sakit, apakah itu dari wilayah ke laboratorium," kata Alex.
"Sehingga akibat liburan panjang ini tampaknya seperti ada tertunda di dalam pelaporannya. Jadi bukan di dalam arti sampel tidak diambil atau sampel tidak dikirim tetapi pelaporannya yang tertunda," sambungnya.
Sementara itu, Alex memperkirakan pada 1 hingga 7 November adalah waktu yang tepat untuk melihat dampak kasus Covid-19 setelah libur panjang yang sesungguhnya.
"Setelah tanggal 1 tanggal 7 (November) nanti kita bisa lihat apakah ini (Covid-19) sangat menurun signifikan atau terjadi lonjakan kasus," jelas Alex.
Berita Terkait
-
Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan
-
Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total
-
Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau
-
Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Kemenkes Siapkan Aturan PJJ untuk Anak Sekolah
-
Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara
-
30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan
-
Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya
-
Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta
-
Gerbang UINSA Surabaya Dirantai dan Disegel, Ratusan Mahasiswa Ngotot Desak Rektor Mundur