SuaraJatim.id - Janji akan dicairkannya dana Covid-19 untuk para tenaga kesehatan (nakes) di Gresik hingga kini tak kunjung jelas.
Padahal para nakes sempat menanyakan kejelasan dana insentif yang bakal diterima mereka dalam menangani pasien Covid-19 kepada dinas kesehatan (dinkes) setempat, namun hanya diberikan janji.
“Sejak Maret 2020, banyak Puskesmas baru cair satu bulan untuk insentif. Terakhir kami tanya lagi dijanjikan awal Oktober ini. Tapi, kenyataanya sampai sekarang belum cair,” ujar salah perawat berinisial EH seperti dilansir Beritajatim.com-jaringan Suara.com pada Minggu (8/11/2020).
Karena persoalan tersebut, EH bersama rekan-rekannya sesama nakes mengadukan nasibnta ke DPRD Gresik. Pasalnya, tidak hanya insentif yang belum cair, tetapi juga dana pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal.
“Kami sepakat akan wadul ke dewan supaya ada evaluasi,” ungkapnya.
Untuk diketahui, dana pemakaman pasien meninggal karena Covid-19 di setiap Puskesmas sekitar Rp 500 ribu. Jumlah tersebut dibagi untuk sejumlah nakes yang membantu prosesi pemakaman.
Kepala Dinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, mulai bulan ini pihaknya membuat jadwal terkait pencairan dana Covid-19.
Mulai dari deadline pengiriman surat pertanggungjawaban (SPJ) hingga verifikasi.
“Mulai sekarang kami sudah meminta seluruh puskesmas untuk mengirimkan SPJ sampai dengan Agustus 2020. Sedangkan, tidak lebih dari lima Puskesmas dari 32 puskesmas di Gresik yang menerima insentif selama tiga bulan. Yakni April, Mei, Juni. Mayoritas puskesmas baru menerima satu bulan,” katanya.
Baca Juga: Ratusan Nakes di Riau Positif Corona, 94 Persen Dinyatakan Sembuh
“Kemarin sudah kami kumpulkan. Termasuk rumah sakit untuk proses pencairan yang baru ini. Terutama soal deadline pengiriman SPJ agar tidak ada yang telat. Kalau SPJ sudah ada dan sudah diverifikasi ya cair. Dananya juga ada,” sambungnya.
Berdasarkan komunikasi antara nakes dan dinkes pada 5 Oktober 2020, nakes yang bertanya langsung ke dinkes mengenai hal tersebut dijanjikan pencairan dana di minggu kedua Oktober. Alasannya, menunggu anggaran digedok.
Kemudian saat minggu kedua Oktober, ternyata janji itu tak terealisasi. Dinkes berdalih menunggu diteken bupati, pun hingga kini, kelanjutan dana insentif maupun dana Covid-19 yang lain belum juga ada kejelasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Bawa Polisi, Suami Gerebek Oknum Dokter dan Istrinya di Ruang Kepala Puskesmas Sampang
-
Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa
-
Bupati Pamekasan Buka Suara Soal Rusuh Indomaret: Sudah Diberi SP1, Malah Nekat Bangun Malam Hari
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib