SuaraJatim.id - Kerumunan setelah kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab terus menjadi polemik sampai sekarang. Acara penyambutan Rizieq, kemudian pernikahan anak dan maulid nabi dianggap abai terhadap protokol kesehatan Covid-19.
Akibatnya sejumlah pejabat tinggi kepolisian dicopot, mulai dari Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, kemudian Kapolres Bogor. Kali ini, peluru kritikan mengarah kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung pejabat yang datang ke kerumunan massa di Jakarta. Siapa pejabat yang datang ke sana selain Anies Baswedan? Enggak ada.
Luhut mengungkapkan kekecewaannya ketika menemukan adanya kerumunan massa yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya kerumunan massa itu menjadi penyebab lahirnya klaster baru penularan virus Corona (Covid-19).
Baca Juga: Ombudsman: Mahfud MD hingga Anies Gagal Tangani Kepulangan Rizieq Shihab
"Seperti Jakarta kita sangat menyayangkan bahwa terjadi kerumunan-kerumunan yang tidak baik dan disayangkan juga pejabat ada yang hadir dalam kerumunan itu," ungkap Luhut dalam sebuah acara daring yang diselenggarakan oleh Sinergi UGM dan Dewan Pakar Kagama pada Selasa (17/11/2020).
Luhut juga menyinggung seseorang yang tidak menjalani karantina sepulangnya dari luar negeri. Meskipun tidak menyebutkan nama, namun pernyataan Luhut mengarah kepada pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang enggan menjalani karantina mandiri selama 14 hari.
Sepulangnya dari Arab Saudi, Rizieq langsung melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh termasuk Anies. Padahal Luhut sendiri mengaku harus menjalani karantina mandiri apabila habis pulang dari luar negeri.
"Saya kembali dari Yunan tiga minggu lalu, satu minggu saya karantina sebelum saya melakukan kegiatan lain dan nanti balik dari Amerika kami ada juga prosedur harus karantina," ujarnya.
Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu mengingatkan kalau tidak ada siapapun yang bisa mendapatkan keringanan terkait prosedur protokol kesehatan.
Baca Juga: Hadiri Panggilan Polisi, Gubernur DKI: Saya Datang sebagai Warga Negara
"Jadi saya pikir tidak boleh ada dispensasi pada siapapun yang balik dari terutama dari negara-negara yang dianggap bermasalah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Siapa yang Paling Menghibur? Prabowo dan Anies Ikut Tren Joget Velocity
-
Alasan Anies Baswedan Tak Hadir Open House Presiden Prabowo di Istana Merdeka
-
Bersyukur Muslim di Indonesia Kompak Berlebaran Hari Ini, Anies: Insya Allah Perkuat Persaudaraan
-
Cerita Mistis Anies Baswedan Tubuh Keluarkan Beling, Muncul Bau Anyir di Rumah
-
Soal Revisi UU TNI Gibran Rakabuming Kemana? Sikapnya Dibandingkan Anies Beswedan
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Dari Desa untuk Warga, THR dan Jaminan Sosial Wujud Kepedulian Desa Wunut
-
Wanita Probolinggo Ditemukan Tewas Misterius di Pinggir Jalan
-
BRI Sokong UMKM Habbie: Minyak Telon dengan Ragam Aroma Terbanyak untuk Pasar Global
-
Jumlah Wisatawan ke KBS Surabaya Diprediksi Meningkat Hingga Hari Minggu
-
10 Korban Longsor di Jalur Cangar-Pacet Berhasil Ditemukan