Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Jum'at, 11 Desember 2020 | 13:12 WIB
Ilustrasi pilkada serentak 2020. [Suara.com/Eko Faizin]

SuaraJatim.id - Coblosan Pilkada Kabupaten dan Kota secara serentak di Jawa Timur sudah rampung pada 9 Desember 2020. Quick count atau hitung cepat juga sudah keluar.

Namun, dari 19 kabupaten dan kota yang menyelenggarakan pilkada serentak di Jawa Timur ini, ada tiga pilkada yang berpotensi munculnya kegaduhan sebab saling klaim kemenangan dua paslon.

Pilkad adi tiga kabupaten ini semuanya diikuti oleh tiga pasangan calon. Rata-rata satu paslon mengakui kekalahan, sementara dua pasangan calon lainnya saling mengklaim menang.

Pilkada Kabupaten Sidoarjo

Baca Juga: Tunggu Hasil Resmi dari KPU, Begini Respons Paslon 01 dan 02 Pilkada Sleman

Tensi politik setelah coblosan di Pilkada Kabupaten Sidoarjo mulai memanas. Dua pasangan calon saling mengklaim menang dalam hitung cepat versi mereka.

Dua pasangan calon ini adalah Ahmad Muhdlor Ali-Subandi dan Bambang Haryo Sukartono (BHS)-Taufiqulbar. Pasangan Muhdlor-Subandi mengklaim memperoleh 41,57 persen suara.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPW PKB Jatim Anik Maslachah. Hitung cepat versi PKB ini menyebut kalau pasangan yang didukungnya itu unggul dari dua pasangan calon lain.

"Pasangan BHS-Taufiqulbar memperoleh 37,58 persen dan pasangan Kelana-Dwi Astutik memperoleh 20,85 persen. Itu data yang masuk ke kami sebanyak 93 persen," katanya di kantor DPC PKB Sidoarjo, seperti dikutip dari Antara, Kamis (10/12/2020).

Terpisah, pasangan calon BHS-Taufiq mengklaim jika perolehan suara pilkada di Sidoarjo mencapai 40,89 persen disusul Gus Muhdlor-Subandi 37,83 persen dan Kelana-Dwi Astutik sebanyak 21,24 persen.

Baca Juga: Cara Melihat Hasil Real Count Pilkada Serentak 2020, Klik Link Ini

"Hasil perhitungan cepat dari tim kami ini dapat dipercaya, karena kami ini diusung lima partai, yakni Partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, dan PPP Semua partai memiliki tim dan saksi-saksi di setiap TPS. Hasilnya perhitungannya seperti itu," kata Bambang.

Load More