SuaraJatim.id - Malam tahun baru dirayakan dengan beragam cara dan kebiasaan. Di Jepang, misalnya, tahun baru dirayakan dengan bersih-bersih rumah sebagai simbol membuang segala sesuatu yang lama, dan bersiap dengan segala sesuatu yang baru. Malam pergantian tahun juga kerap dimanfaatkan untuk refleksi diri atau juga berdoa mengharapkan keberuntungan pada tahun yang baru.
Nah, di seluruh dunia, terdapat berbagai budaya dalam menyambut perubahan kalender dengan tradisi Tahun Baru yang unik. Berikut adalah beberapa tradisi unik dalam merayakan malam tahun baru di 9 negara, dikutip dari Worldstrides.
Spanyol
Kebiasaan di Spanyol adalah memakan 12 buah anggur. Satu buah dimakan setiap jam pada tengah malam saat malam tahun baru. Kepercayaan orang Spanyol bahwa setiap anggur mewakili keberuntungan selama satu bulan di tahun yang akan datang. Di kota-kota besar seperti Madrid dan Barcelona, orang-orang berkumpul di alun-alun utama untuk makan buah anggur mereka bersama-sama dan membagikan botol cava.
Kolumbia
Dengan harapan tahun baru yang penuh perjalanan, penduduk Kolombia membawa koper kosong di sekitar blok.
Denmark
Penduduk Denmark menyambut malam tahun baru dengan melemparkan piring dan gelas tua ke pintu keluarga dan teman untuk mengusir roh jahat. Mereka juga berdiri di kursi dan melompat bersama pada tengah malam. Kegiatan itu sebagai penanda untuk melompat ke Januari dengan harapan mendapatkan keberuntungan.
Finlandia
Di Finlandia, orang meramalkan tahun yang akan datang dengan memasukkan timah cair ke dalam wadah berisi air, kemudian menafsirkan bentuk logam setelah pengerasan. Jika pengerasan berubah bentuk jadi hati atau cincin, itu berarti pernikahan. Sementara kapal meramalkan perjalanan, dan seekor babi menyatakan akan ada banyak makanan.
Panama
Untuk mengusir roh jahat dan mengawali tahun yang baru, masyarakat di Panama membakar patung (muñecos) orang-orang terkenal seperti tokoh televisi dan tokoh politik di Panama. Kegiatan itu telah menjadi tradisi sekian tahun. Patung-patung itu dimaksudkan untuk mewakili tahun tua.
Skotlandia
Selama perayaan malam tahun baru Skotlandia di Hogmanay, "pijakan pertama" dipraktikkan di seluruh negeri. Orang pertama yang melewati ambang pintu rumah di tahun baru harus membawa hadiah keberuntungan. Orang Skotlandia juga mengadakan upacara api unggun di mana orang-orang berparade sambil mengayunkan bola api raksasa di tiang, yang konon merupakan simbol matahari, untuk memurnikan tahun yang akan datang.
Filipina
Saat malam tahun baru akan banyak dijumpai benda bentuk bulat di seluruh Filipina. Benda itu sebagai perwakilan koin yang melambangkan kemakmuran di tahun mendatang. Banyak keluarga memajang tumpukan buah di meja makan mereka dan beberapa makan tepat 12 buah bundar (anggur adalah yang paling umum) pada tengah malam. Banyak juga yang memakai pakaian polkadot untuk keberuntungan.
Baca Juga: Sambut Malam Tahun Baru, Google Rayakan Lewat Doodle Menggemaskan
Brasil
Di Brasil, serta negara-negara Amerika Tengah dan Selatan lainnya seperti Ekuador, Bolivia, dan Venezuela, dianggap beruntung mengenakan pakaian dalam khusus pada malam Tahun Baru. Warna paling populer adalah merah, dianggap membawa cinta di tahun baru, dan kuning dianggap membawa uang.
Yunani
Orang-orang Yunani akan menggantung bawang saat malam tahun baru. Tradisi itu telah dilakukan secara tradisional. Bawang di Yunani juga sebagai simbol kelahiran kembali di tahun baru. Pada hari tahun baru, orang tua membangunkan anaknya dengan menepuk kepala mereka dengan bawang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Fakta Kasus Satpam Perkosa Siswi SMP di Tuban: Kenalan Lewat Telegram, Disetubuhi di Kos!
-
WNA Asal Malaysia Terancam Hukuman Mati di Surabaya, Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Antisipasi Gas Beracun hingga Longsor, Wisata Kawah Ijen Ditutup Sementara
-
BRI Sambut Tahun Kuda Api dengan Imlek Prosperity 2026
-
3 Fakta Ayah dan Anak Terseret Lahar Semeru, Siswi SD Hanyut 5 Meter di Sungai Regoyo