SuaraJatim.id - Bukan Dewi Tanjung namanya kalau tidak ceplas-ceplos. Lewat akun Twitternya @Dtanjung15, polisi PDI Perjuangan ini berisik menulis ledekan buat Ketum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ia menyuruh AHY jadi Ketua RT atua ketua rukun tetangga lebih dulu sebelum menjadi ketua umum partai. Ledekan ini ditulis Dewi Tanjung terkait tuduhan kudeta Partai Demokrat dari AHY kepada orang di lingkaran Presiden Jokowi.
Lewat cuitannya itu, Dewi Tanjung bahkan ingin mengajari anak presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu cara bermanuver politik dan berorganisasi yang baik.
"AHY suruh jadi RT dulu deh baru jadi ketum Partai. Biar belajar berorganisasi dan belajar pintar biar nggak salah artikan kisruh sama kudeta. Apa perlu Nyai yang ajarin neh cara bermanuver dan berorganisasi yang baik," kata Dewi Tanjung dalam akun Twitternya.
Tak berhenti di situ, Dewi Tanjung kemudian juga membongkar trik terzolimi AHY untuk menarik simpatik. AHY contoh trik terzolimi SBY, bapaknya jelang Pilpres 2004 lalu.
Trik terzolimi Agus Harimurti Yudhoyono meniru trik terzolimi Susilo Bambang Yudhoyono itu diungkapkan Dewi Tanjung di akun Twitternya, @Dtanjung15, Jumat (5/2/2021).
"Trik merasa terzolimi yang di lakukan oleh SBY saat Pilpres 2004 di pakai oleh AHY untuk menarik simpati masyarakat," kata Dewi Tanjung.
Namun sayangnya, menurut Dewi Tanjung, trik terzolimi AHY gagal.
"Tapi skali lagi walau AHY pakai jenggot 5 meter tapi dia tidak punya aura pemimpin, walaupun dia pernah jadi tentara dan berpangkat mayor," lanjut Dewi Tanjung.
Baca Juga: Dewi Tanjung: AHY Pakai Trik Terzolimi Seperti SBY saat Pilpres 2004
Berita Terkait
-
Dewi Tanjung: AHY Pakai Trik Terzolimi Seperti SBY saat Pilpres 2004
-
Sebut AHY Anak Ingusan, Dewi PDIP: Mending Belajar Jadi Ketua RT Dulu
-
Dewi Tanjung Bongkar Trik Terzolimi AHY: Contoh Bapaknya, SBY
-
Geram Namanya Terus Diseret soal Kudeta, Marzuki Alie Adu Bukti Janji SBY
-
Prabowo vs Moeldoko, Demokrat: Prabowo di Jalan Terhormat, Moeldoko Salah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Nasabah BRI Hati-hati, Terjadi Penipuan Pakai File APK di Batang!
-
Gubernur Khofifah Serahkan Apresiasi 100 Seniman, 20 Juru Pelihara Cagar Budaya, 46 Sertifikat WBTB
-
Buka Bersama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Khofifah Apresiasi Izin Kampung Haji Indonesia
-
5 Fakta Viral Sound Horeg di Mojokerto Diprotes: Rusak Rumah Warga, Musik dari Sore Sampai Subuh
-
8 Fakta Kelam PT Suka Jadi Logam Surabaya: Disegel Pemkot, Digeledah Bareskrim Kasus TPPU Emas