SuaraJatim.id - Para petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengalami persoalan baru. Harga gabah kering hasil panen mereka anjlok di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) yang sudah ditetapkan.
Contohnya di Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang. Harga gabah kering dari sawah di sana saat ini berkisar Rp 3.500 per kilogram. Padahal sebelumnya harga berkisar Rp 4.500 per kilogram.
Salah satu petani yang merasakan anjloknya harga gabah ini bernama Karnoto (56). Harga gabah petani di daerahnya anjlok karena curah hujan tinggi beberapa hari ini hingga memasuki masa panen.
Di sisi lain, hujan dengan intensitas tinggi itu juga merendam lahan petanian padi warga. Sehingga padi yang sudah hampir siap panen terendam air.
"Hampir semua padi milik petani Bandungrejo terendam banjir, ini yang mempengaruhi harga jual gabah menjadi sangat murah," kata Karnoto kepada suaraindonesia.co.id, jejaring media suara.com, di desa setempat, Selasa, (02/03/2021).
Hal senada disampaikan oleh Ismun (40), Petani Desa Mondokan, Kabupaten Tuban. Menurutnya, harga jual padi yang sebelumnya mencapai Rp 4.000 per kilogram saat ini hanya berkisar Rp 3.000 per kilogramnya.
"Ya berat bagi kami kalau harganya segitu, tapi mau gimana lagi. Karena padi juga banyak di serang hama, jadi kualitasnya turun," ungkap Ismun.
Ditemui secara terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban, Darmadin Noor, mengatakan turunnya harga gabah tersebut disebabkan karena kualitas padi yang baru dipanen tidak bisa maksimal. Karena sebelumnya sempat terendam air banjir beberapa hari.
"Walaupun demikian, kita berupaya mengoptimalkan infrastruktur pasca panen," terang Darmadin saat ditemui diruang kerjanya.
Baca Juga: Sekjen Kemenag Tegaskan Konflik Antar Ummat di Klenteng Tuban Selesai
Untuk memaksimalkan hasil panen, DPKP Tuban telah memiliki dryer vertical yang nantinya dapat digunakan sebagai alat pengering padi dan dikelola oleh kelompok tani.
Alat dryer vertical, lanjut Darmadin, telah tersebar dibeberapa titik. Mulai di Kecamatan Palang, Widang, Soko, Rengel, Plumpang, Merakurak, dan lainya, agar kualitas padi yang dipanen paksa akibat terendam banjir bisa lebih baik.
Lebih lanjut, Darmadin mengungkapkan, bahwa harga gabah cukup bervariasi di setiap kecamatan, tergantung kualitas padi. Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah di Tuban sendiri 3.700 ribu, dan di akui harga gabah saat ini turun.
"Untuk posisi sekarang, gabah yang roboh dan terendam air harganya sangat rendah. Yakni sebesar Rp 3.000, untuk gabah hasil blower kecil yang kotorannya masih banyak berkisar Rp 3.200, dari blower besar normal seharga antara Rp 3.400 sampai Rp 3.500, sedangkan combie masih terbilang tinggi, yakni mencapai Rp4.000," ujarnya.
Pantauan harga gabah itu dilakukan dalam kurun waktu satu minggu sekali, dan harga yang terbilang masih cukup bagus berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Merakurak dan Jenu.
"Kami dua kali seminggu update harga gabah. Dan didua kecamatan itu masih terbilang bagus," katanya.
Berita Terkait
-
Sekjen Kemenag Tegaskan Konflik Antar Ummat di Klenteng Tuban Selesai
-
Harga Gabah Kering Panen di Aceh Barat Anjlok, Ini Penyebabnya
-
Warga Jerman Berbagi Kisah Sejarah Pembangunan Bandara Ngurah Rai
-
Video Detik-detik Truk Tabrak Rumah Gegara Dicegat Anak Punk di Tuban
-
Polisi Buktikan Tak Semua Warga Kampung Miliarder Kaya Raya
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
10 Tiang Listrik Roboh Beruntun di Pantura Gresik, Satu Orang Jadi Korban
-
Drama Tanah Wakaf Pandegiling Memanas, Proyek Dihentikan Paksa
-
Bernardo Tavares Persembahkan Gelar Piala Presiden 2026 untuk Bonek dan Bonita
-
Kompas Abad Kedua: Gus Kikin Ingatkan Konstitusi Tertinggi Milik Nahdlatul Ulama bukan AD/ART
-
Keluarga Widi Menanti Nyali Oknum Polisi Beji Penjemput Maut untuk Meminta Maaf Langsung