SuaraJatim.id - Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia Nizar Ali berkunjung ke Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB) di Jalan RE Martadinata, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Nizar Ali datang bersama tokoh lintas agama, kemarin. Dalam kunjungan itu, Ia menegaskan kalau konflik di internal ummat beragama di Klenteng Tuban sudah selesai. Ummat juga sudah bersatu.
Kedatangan Nizar itu untuk menghadiri penutupan Tahun Baru Imlek 2572 di TITD Kwan Sing Bio Tuban itu. Sekjen Kemenag itu didamping Dirjen Budha Caliadi, Kepala Pusbimdik Wawan Djunaedi, Ketum KNPI Haris Pertama.
Selain itu, hadir pula Ketum Pemuda Muhammadiyah Sunanto (Cak Nanto), Ketum Gemaku Js Kristan serta perwakilan GP Ansor Zakaria Ridwan, Ketua Ansor Jatim Syafiq Sauqi dan Ketua Ansor NTB Zamroni Azis dan sejumlah tokoh lain.
"Kehadiran saya di sini tidak ada masalah, dan meraka sudah ada komitmen untuk memanfaatkan ini (Klenteng) secara bersama-sama. Jadi tidak ada lagi friksi-friksi (perpecahan), apalagi friksi antar agama di sini," kata Nizar Ali, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Senin (01/03/2021).
Dalam kesempatan itu, Nizar Ali mengaku bahwa selama ini Dirjen Budha Caliadi terkena dampak setelah menerbitkan surat tanda daftar rumah ibadah TITD Kwan Sing Bio Tuban sebagai tempat ibadah agama Buddha.
Padahal, hal tersebut sebagai pencatat daftar saja untuk mempermudah jika ada bantuan buat rumah ibadah. "Sekarang sudah tidak ada persoalan, itu yang harus disampaikan kepada semuanya," ungkap Nizar Ali.
Menurutnya, untuk kepentingan bersama maka register atau tanda daftar rumah ibadah di TITD Kwan Sing Bio Tuban ini nantinya bisa dilakukan untuk tiga agama yakni Khonghucu, Budha, dan Aliran Tao. Sebab, Klenteng ini sebagai warisan budaya dan dimanfaatkan secara bersama-sama.
"Sudah ada kesepakatan, klenteng ini menjadi rumah ibadah bersama (Tri Dharma). Jadi bukan milik Buddha, Khonghucu, dan Tao, tapi miliki bersama," ujarnya.
Baca Juga: Warga Jerman Berbagi Kisah Sejarah Pembangunan Bandara Ngurah Rai
Sementara itu, Alim Sugiantoro, Ketua Penilik Definitif TITD Kwan Sing Bio Tuban itu menyambut baik kedatangan sejumlah tokoh keagamaan dan juga Sekjen Kemenag itu. Ia menyampaikan terima kasih karena Kemenag sudah datang untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Klenteng Tuban.
"Semua sudah datang disini untuk niat bersama dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang ada di Klenteng. Kelenteng ini milik umat Tri Dharma, jadi kita semua harus menghargai itu. Karena kebersamaan beragama adalah hikmah bagi kita dan untuk negara dan rakyat," kata Alim Sugiantoro.
Berita Terkait
-
Warga Jerman Berbagi Kisah Sejarah Pembangunan Bandara Ngurah Rai
-
Video Detik-detik Truk Tabrak Rumah Gegara Dicegat Anak Punk di Tuban
-
Polisi Buktikan Tak Semua Warga Kampung Miliarder Kaya Raya
-
Tak Semua Warga Desa Miliarder Tuban Kaya, Polisi: Banyak Juga yang Miskin
-
Respons Polisi Terkait Kecelakaan 15 Mobil Warga Kampung Miliarder Tuban
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
Terkini
-
Hampir Mati Sia-sia! Detik-detik Pria Tulungagung Batal Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
Kasus Penyadapan Prabowo, Haedar Nashir Beri Pesan Menohok ke Polri
-
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer
-
Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?
-
Hujan Mulai Turun, 1.789 Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih