-
Warga Malaysia didakwa simpan sabu di apartemen MERR Surabaya.
-
Total barang bukti mencapai enam puluh kilogram sabu.
-
Terdakwa terancam hukuman mati sesuai Undang-Undang Narkotika.
SuaraJatim.id - Kasus 60 kilogram sabu yang disimpan di sebuah apartemen kawasan MERR Surabaya mengantarkan seorang warga negara (WN) Malaysia ke meja hijau.
WNA bernama Alexander Peter Bangga kini diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya setelah didakwa menjadi kurir narkotika internasional dengan barang bukti 60 kilo sabu yang ditemukan di unit apartemen tempat ia menyimpannya.
Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Galih Riana Putra Intaran mengungkapkan, perkara 60 Kilo Sabu ini bukan kejahatan biasa. Alexander disebut berperan sebagai kurir utama dalam jaringan narkotika internasional yang dikendalikan dua buronan berinisial GR dan B. Keduanya hingga kini masih masuk dalam daftar pencarian orang.
Atas perbuatannya, Alexander dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika serta Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Dakwaan tersebut membuat kasus 60 Kilo Sabu ini berujung pada ancaman hukuman mati.
Perjalanan kasus ini bermula pada 5 Juni 2025. Alexander berangkat dari Kuching, Malaysia, menuju Medan, Sumatera Utara. Seluruh kebutuhan perjalanan, mulai dari hotel, kendaraan sewaan, hingga arahan teknis di lapangan, disebut telah diatur oleh jaringan narkotika internasional tersebut.
Setibanya di Medan, Alexander menerima dua kardus berisi sabu dari seseorang yang tidak dikenalnya. Penyerahan dilakukan di lokasi terbuka dengan panduan aplikasi Google Maps. Barang haram itu kemudian dipindahkan ke dalam koper yang berisi 30 bungkus, sebelum dibawa ke Surabaya menggunakan bus antarkota.
“Setibanya di Surabaya, terdakwa menyimpan koper berisi sabu di Apartemen Taman Melati Surabaya MERR, unit 1109 lantai 11,” kata Galih saat membacakan dakwaan, Kamis (5/2/2026).
Tak berhenti di situ, pada 17 Juni 2025, Alexander kembali menerima dua koper tambahan berisi sabu dengan berat masing-masing 10 kilogram dan 20 kilogram. Dengan tambahan tersebut, total 60 Kilo Sabu tersimpan di unit apartemen kawasan MERR Surabaya.
Setelah memastikan seluruh barang tersimpan, Alexander yang diketahui bekerja sebagai kasir di Malaysia kembali ke negaranya untuk menunggu instruksi lanjutan. Namun, kasus ini terungkap pada 13 Agustus 2025. Berdasarkan informasi intelijen, polisi membuntuti Alexander yang diduga hendak mengantarkan 30 kilogram sabu ke wilayah Madura.
Penangkapan dilakukan di basement P3 Apartemen Taman Melati MERR saat terdakwa membawa dua koper berisi sabu yang dikemas dalam bungkus teh dan kemasan khusus. Penggeledahan lanjutan di unit apartemen menemukan satu koper lain berisi sabu serta timbangan digital, yang memperkuat dugaan keterlibatan Alexander dalam distribusi 60 Kilo Sabu tersebut.
Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Daniar dan Ali Mansur, menyatakan tidak mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa. “Kami memilih langsung fokus pada pembuktian. Secara formil, kami menilai dakwaan jaksa sudah fair dan tidak cacat,” kata Daniar, dikutip dari BeritaJatim.
Berita Terkait
-
Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Bisnis Emas Harga Miring Berujung Petaka, Rp6,8 Miliar Raib
-
Prabowo Bicara Soal Hukuman Mati Koruptor: Kalau Sudah Dieksekusi Tak Bisa Diralat
-
WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Polisi Makassar 'Geruduk' Balai Kota Blitar: Buru Keterangan Wawali Elim Soal Utang Pileg Rp214 Juta
-
Tinjau Pembibitan Sapi Perah, Khofifah Dorong UPT Jadi Penggerak Peternakan Jatim
-
Korupsi Miliaran hanya Dipenjara 2 Tahun, Gus Muhdlor Kini Asyik Mancing dan Naik Gunung
-
Lolos dari Maut Masalembo: Kisah Koki KM Virgo Bertahan 9 Jam Sambil Menelan Air Laut Campur Solar
-
Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara