SuaraJatim.id - Kasus hilangnya seorang pemuda bernama Nabhani Yusuf (27) warga Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, masih menjadi teka-teki. Hingga kini, polisi dan keluarga masih melakukan penyisiran di sekitar area bekas tambang Semen Gresik.
Bahkan menurut informasi, korban sebelum dinyatakan hilang terpantau telah mengambil uang ke ATM bank. Rencananya, uang senilai Rp 17 juta milik Gapoktan Desa itu akan diberikan ke koordinator. Tapi Yusuf baru menyerahkan ke Koordinator Gapoktan senilai Rp 7 juta.
"Pagi harinya sebelum dinyatakan hilang, dia bersama seorang temannya menuju lokasi rumah koordinator tersebut. Menyetorkan uang senilai Rp 7 juta, kekurangan uang masih di rekening. Akan segera diambil di ATM, sekaligus mengantar temannya menuju kantor BPS Gresik," kata Izad keluarga korban, saat ditemui di kediamannya, Selasa (2/3/2021).
Setelah mengantar temannya, Yusuf pun bergegas pergi. Besar kemungkinan, dia menuju ATM lagi untuk mengambil kekurangannya. Namun dugaan ini belum terkonfirmasi karena polisi masih melakukan penyelidikan lebih dalam.
"Setelah itu, tidak ada yang tahu keberadaanya. Kami pun bergegas melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib," kata Izad.
Sementara itu, Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Namun, pihaknya belum bisa memastikan peristiwa tersebut merupakan tindak pidana. Terutama, dugaan tentang aksi perampokan yang menimpa Yusuf.
"Kami masih berkoordinasi dengan pihak bank. Untuk memastikan apakah korban sudah melakukan penarikan uang tersebut," ujar Bima.
"Fokus kami menemukan korban terlebih dahulu. Tim sudah bergerak, mohon waktu untuk proses penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda warga Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, hilang misterius di area bekas tambang semen Tlogodowo, Senin (1/3/2021) kemarin.
Baca Juga: Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Perempuan Jabar di Hotel Gresik
Hingga kini pemuda itu seakan lenyap begitu saja, yang tersisa hanya sebuah motor miliknya tergeletak di semak-semak. Motor tersebut berjenis honda Vario W 6362 JU.
Dari informasi yang dihimpun, sebelum dinyatakan hilang, korban sempat mengantar temannya ke kantor Badan Pusat Statistik (BPS) pukul 08.00 Wib kemarin.
Kemudian pada pukul 08.43 Wib korban tiba-tiba mengirimkan pesan ke keluarganya. Pesan yang dikirim melalui aplikasi chatting Whatsapp itu bernada minta tolong. Setelah itu telepon korban tidak bisa dihubungi.
Kontributor : Amin Alamsyah
Berita Terkait
-
Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Perempuan Jabar di Hotel Gresik
-
Hoaks Bikin Masyarakat Gresik Takut Divaksin
-
Ratusan Murid yang Diculik Kelompok Bersenjata Dibebaskan
-
Viral! Remaja Kirim WA Minta Tolong Lalu Hilang di Eks Tambang Semen Gresik
-
Semen Gresik dan PWI Jateng Sukses Adakan UKW Se-Jawa Tengah
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Lolos dari Maut Masalembo: Kisah Koki KM Virgo Bertahan 9 Jam Sambil Menelan Air Laut Campur Solar
-
Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara
-
30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan
-
Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya
-
Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta