SuaraJatim.id - Apes nian nasib Abdurosit, Warga Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gara-gara membersihkan ranting pohon di makam malah dilaporkan ke polisi.
Padahal, Ia mengaku hanya membersihkan ranting pohon kamboja di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. Apalagi, si pelapor merupakan kepala dusun (kasun) setempat bernama Tarjo Efendi.
Abdurrosit, Warga RT 19 RW 6 ini dituding merusak pohon yang ada di TPU Desa Mandiro. Ia kemudian dilaporkan ke Polsek Tegalampel oleh perangkat desa tersebut.
Rosit mengaku heran kenapa sampai dilaporkan ke polisi. Padahal cuma membersihkan ranting pohon. Oleh sebab itu Ia mengadu ke media terkait masalah tersebut.
"Kalau sama hitung-hitungan justru pihak desa ini lebih bersalah. Sebab, perangkat desa ini bukan hanya memotong ranting, melainkan beberapa kali telah menebang pohon serupa di pemakaman tersebut," ujarnya, seperti dikutip dari suaraindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Selasa (23/03/2021).
Bekas pemotongan itu, kata Rosit, banyak sisa kayu yang dimesin oleh perangkat Desa.
"Itu banyak sisa potongan kayu yang dimesin oleh perangkat desa," katanya sambil menunjuk beberapa potong kayu.
Sementara pelapor, Tarjo Efendi, yang tak lain juga merupakan Kepala Dusun setempat hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi.
Ia tidak dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi lewat sambungan telepon tak ada jawaban. Bahkan saat didatangi ke Kantor Desa, Tarjo maupun Kepala Desa setempat tidak ada.
Baca Juga: Jalan Rusak di Bondowoso Tak Juga Diperbaiki, Warga Urunan Biayai Sendiri
Sementara itu, Kapolsek Tegal Ampel Tulus Suseno membenarkan jika telah menerima laporan pengaduan dari Tarjo Efendi pada 2 Maret 2021. Tulus mengaku belum bisa memberikan keterangan banyak. Sebab masih dalam proses penyelidikan.
"Benar ada laporan dari warga. Tapi sekarang masih dalam proses penyelidikan. Besok masih meditasi kedua," ujarnya.
Berita Terkait
-
Jalan Rusak di Bondowoso Tak Juga Diperbaiki, Warga Urunan Biayai Sendiri
-
Jurnalis Bondowoso: Copot Pengawal Arogan Menteri Kelautan dan Perikanan!
-
Pernikahan Dini Kabupaten Bondowoso Masih Tinggi, Prosentasenya 37 Persen
-
Pabrik Sumpit Bondowoso yang Mencemari Lingkungan Ditertibkan Satpol PP
-
Situs Batu Megalitik Bondowoso Diusulkan Masuk UNESCO Global Geopark
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Lampu Mati Berujung Kobaran Api: Bus Mewah Double Decker Gunung Harta Hangus di Tol Madiun
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
-
Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
-
Setelah 40 Hari, Mengapa Makam Pegawai Kejari Mojokerto Tiba-tiba Dibongkar?
-
Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo