SuaraJatim.id - Baru sepekan Ramadhan, sudah dua kasus bocah tertabrak kereta api saat ngabuburit di tepian rel kereta api. Catatan ini disampaikan PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun.
Dua kasus tersebut terjadi dalam sepekan terakhir di wilayah Daop Madiun. Peristiwa kecelakaan terjadi rata-rata saat bocah-bocah itu ngabuburit menunggu beduh buka puasa Ramadhan di sekitar jalur kereta.
Fakta ini diungkapkan Vice President PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Hendra Wahyono di sela kegiatan penertiban jalur KA di sekitar Stasiun Madiun, Rabu (21/04/2021) petang.
"Sepekan memasuki bulan Ramadhan 1442 H, di wilayah Daop 7 Madiun telah terjadi dua kejadian kereta api tertemper anak-anak yang sedang bermain di sekitar jalur KA untuk menunggu waktu berbuka puasa. Yakni KA Gajayana," ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis (22/04/2021).
Pihaknya sangat prihatin dengan kejadian tersebut dan meminta warga untuk tidak melakukan tradisi ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di sekitar jalur KA karena berbahaya dan melanggar hukum.
"Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, bahwa semua pihak yang tidak berkepentingan di jalur KA itu adalah tidak boleh. Karena itu, ngabuburit dengan memilih tempat di jalur KA adalah hal yang salah," kata Hendra.
Ia menjelaskan, beraktivitas di sekitar jalur KA sangat rawan dengan risiko terjadinya kecelakaan KA ataupun kecelakaan lalu lintas.
Guna mencegah warga beraktivitas di sekitar jalur KA, PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun intensif meningkatkan pengamanan jalur KA dengan menggelar patroli rutin saat bulan puasa berlangsung.
Patroli dilakukan setiap pagi setelah salat subuh dan sore menjelang waktu berbuka puasa untuk membubarkan masyarakat yang berkumpul dan beraktivitas di sekitar jalur KA.
Baca Juga: Menunggu Waktu Berbuka Puasa di Jakarta Aquarium
"Petugas Polsuska akan melakukan "sweeping" di jalur-jalur yang berpotensi menjadi tempat kerumunan warga untuk ngabuburit," katanya.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar jalur KA. Juga bagi para orang tua agar mengingatkan anak-anaknya supaya tidak bermain di sekitar rel.
Hal itu, selain mengganggu perjalanan KA, juga membahayakan nyawa anak-anak dan warga itu sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
ADVAN Ajak Komunitas Pelari Malang Hidup Aktif lewat Run Like a Pro
-
BRI Money Changer, Tukar Valas Kini Lebih Mudah di Lokasi Terdekat
-
Nekat! Kecanduan Judi Online, Dua Remaja Bobol 13 Sekolah di Tuban-Rembang
-
Pilu! Hilang Dini Hari, Mbah Lastri Ditemukan Tak Bernyawa di Jurang Magetan
-
BRI Peduli Temani Langkah Mahesa, dari Jalan Kaki Terjebak Banjir Rob Kini Pakai Sepeda