- Ayah dan adik tiri aniaya anak kandung di Gresik.
- Penganiayaan dipicu perebutan ijazah dan akta kelahiran.
- Kedua pelaku ditahan dan terancam 5 tahun penjara.
SuaraJatim.id - Ayah dan Adik Tiri di Gresik Hajar Anak Kandung menjadi perhatian publik setelah konflik keluarga tersebut berujung penganiayaan serius. Peristiwa itu terjadi di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kasus Ayah dan Adik Tiri di Gresik Hajar Anak Kandung bermula saat korban berinisial AA (27) mendatangi rumah ayahnya untuk mengambil dokumen penting berupa ijazah dan akta kelahiran yang masih tertinggal.
Namun, kedatangan korban justru memicu emosi hingga berujung kekerasan. Polisi menyebut Ayah dan Adik Tiri di Gresik Hajar Anak Kandung dipicu teriakan korban yang membuat pelaku tersulut emosi dan melakukan penganiayaan bersama-sama.
Berikut fakta-faktanya.
1. Terjadi di Rumah Ayah Kandung Korban
Peristiwa Ayah dan Adik Tiri di Gresik Hajar Anak Kandung terjadi di rumah pelaku yang berada di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, pada Selasa (3/2/2026).
Lokasi kejadian merupakan tempat tinggal ayah kandung korban yang didatangi AA untuk mengambil dokumen pribadinya.
2. Dipicu Pengambilan Ijazah dan Akta Kelahiran
Korban datang dengan niat mengambil ijazah dan akta kelahiran miliknya. Namun rumah dalam kondisi tertutup dan tidak ada respons dari penghuni.
Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Hadi Woso, mengungkapkan kronologi awal kejadian.
“Sewaktu tiba di rumah pelaku, korban mengetuk pintu berulang kali namun tidak ada jawaban. Kemudian berterika memanggil ayahnya sehingga suaranya terdengar,” katanya, dikutip dari BeritaJatim, Selasa (3/2/2026).
3. Ayah Keluar Rumah Sambil Membawa Celurit
Mendengar teriakan korban, KS (57) keluar rumah dengan emosi sambil membawa sebilah celurit. Kondisi ini membuat situasi memanas.
Korban yang merasa terancam kemudian berusaha melarikan diri untuk menghindari amukan ayahnya.
4. Korban Dikejar dan Dianiaya Bersama Adik Tiri
Berita Terkait
-
Denada Anggap Tak Penting Ungkap Identitas Ayah Kandung Ressa
-
Sajikan Kelapa Utuh dalam Menu MBG, BGN Hentikan 9 SPPG di Gresik
-
Skandal Kickboxing Jatim: Atlet Putri Bongkar Dugaan Pelecehan, Menpora Erick Thohir Murka
-
Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR
-
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Digelar 26 Februari1 Maret, Penentuan Juara Putaran Kedua
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Kirim THR dengan QRIS Transfer dan Transfer Emas di BRImo, Begini Caranya
-
Selama Libur Lebaran, BRI Optimalkan 186 Kantor Cabang di Berbagai Lokasi Strategis
-
Waka BGN Suspend Dua SPPG Milik Orang yang Mengaku Cucu Menteri dan Menekan Kepala SPPG
-
Kapolres Bojonegoro: 11 Kasus Narkoba Berhasil Diungkap dalam Dua Bulan Terakhir
-
Kronologi Penemuan Granat Nanas di Lemari Warga Jember, Berawal dari Kiriman Orang Tua