Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Rabu, 28 April 2021 | 11:05 WIB
Helen menunjukkan foto suaminya, Serda Diyut, salah satu ABK KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali di rumahnya Kota Madiun, Jatim, Kamis (22/4/2021). ANTARA/Louis Rika

SuaraJatim.id - Sartiningsih tak kuasa menahan air matanya mengingat pesan terakhir putranya Serda Diyut Subandriyo, salah satu kru KRI Nanggala 402 yang tenggelam di sebelah utara Bali.

Empat hari sebelum bertugas, Minggu 18 April 2021, Diyut berpamitan akan berangkat latihan bersama 53 kru kapal selam menjalani latihan penembakan torpedo di Selat Bali, Rabu 21 April 2021. Dia meminta doa ibunya agar tugas-tugasnya lancar.

"Kalau seandainya ada apa-apa, nanti jasadnya ingin dibawa ke pangkuan ibunda," ujar Sartiningsih menirukan putranya saat berpamitan, dikutip dari Antara, Rabu (28/04/2021).

Serda Diyut Subandriyo menjadi satu dari 53 awak KRI Nanggala-402, kapal selam milik TNI Angkatan Laut yang hilang kontak saat latihan penembakan di Perairan Bali kemudian dinyatakan tenggelam.

Baca Juga: Viral Awan Mirip KRI Nanggala di Langit Pantai Bali, Publik Sampaikan Doa

Seluruh kru kapal dinyatakan gugur dalam latihan tersebut. Baik, sopan dan penyayang keluarga. Demikian Sartiningsih menggambarkan sosok pada putra kelimanya tersebut.

Sebelum berlayar, Diyut, sapaan akrab Serda Diyut Subandriyo selalu mencium tangan dan sungkem untuk memohon doa restu kepada ibunda-nya agar tugasnya diberi kelancaran.

"Waktu ke sini terakhir itu Minggu kemarin. Ia cuma bilang sama ibu mau pamit latihan. Dia bilang kalau seandainya ada apa-apa, nanti jasadnya ingin di pangkuan ibunda. Setiap kali mau latihan, dia bilang begitu," ungkap dia.

Sartiningsih menyatakan tidak ada firasat apa pun ketika anaknya hendak menjalankan tugas negara. Bahkan peristiwa hilang dan tenggelamnya kapal selam yang menimpa putra-nya itu diketahuinya dari media elektronik.

Saat tidur, usai mengetahui kapal selam yang digunakan anaknya hilang kontak dan tenggelam, ia bermimpi bahwa anaknya pulang dengan mengenakan celana doreng (loreng) seragam TNI dan kaos putih. Kini ia pasrah dan berdoa, berharap anaknya dan awak kapal lainnya dapat ditemukan.

Baca Juga: Luis Milla Ikut Berduka atas Tenggelamnya KRI Nanggala 402

Helen, istri Serda Diyut juga menyampaikan ungkapan terakhir suaminya kepadanya saat ia mengantarkan ke Terminal Madiun untuk bertolak ke Surabaya guna kembali berlayar pada Minggu, 18 April lalu.

Load More