SuaraJatim.id - Tengku Zulkarnain kembali berceloteh. Salah satu yang dibicarakan oleh Mantan Sekjend MUI Pusat itu tentang fenomena keagamaan di Indonesia.
Menurut dia, saat ini negara terkesan menyudutkan umat Islam dengan berbagai program tak masuk akal. Ia misalnya, membahas soal rencana mengganti sila pertama menjadi Tuhan yang berkebudayaan, upaya legalitas minuman keras, hingga gerakan komunisme yang menurutnya kembali tumbuh di Indonesia.
Hal ini disinggung Tengku Zul dalam sebuah video berjudul 'Saya Ingatkan! Jangan Zolimi Keturunan Nabi' di saluran youtube Receh TV.
Kendati begitu, tak banyak umat Islam — khususnya anak muda, yang menyadari hal tersebut. Padahal, dia menilai, problem keagamaan yang terjadi di Indonesia sudah sedemikian parahnya.
"Hati-hati kalian anak muda! 10 tahun ini, luar biasa nih PKI," ujar Tengku Zul, dikutip dari hops.id, jejaring media suara.com, Selasa (04/05/2021).
Lebih jauh, Tengku Zul berpendapat, seandainya fenomena keagamaan di Indonesia masih begitu-gitu saja, alias tak ada perubahan, maka besar kemungkinan umat Islam memilih murtad. Bahkan, dia mengaku punya data terkait angka pemeluk Islam di Tanah Air.
"Kalau kita tak memikirkan agama kita, saya khawatir 10 tahun lagi tinggal 50 persen (separuh) umat Islam (di Indonesia). Dulu, pas kita merdeka, 90 persen. Setelah itu, sensus terakhir Islam di Indonesia tinggal 87,2 persen. Telah murtad 3,8 persen."
"Jadi, dari 270 juta penduduk, sudah 10 juta orang kurang lebih yang murtad selama 75 tahun di Indonesia. Jangan main-main," urainya panjang lebar.
Kenyataan yang terjadi di Indonesia, kata Tengku Zul, berbanding terbalik dengan yang ada di Eropa atau Amerika. Saat di Tanah Air populasinya terus tergerus, umat Islam di negara-negara tersebut justru terus bertambah.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Kota Surabaya Ramadhan ke-22, Selasa 04 Mei 2021
"Di Eropa dan Amerika, setiap hari selalu ada yang masuk Islam. Di sini malah 10 juta orang murtad dari Islam," terangnya.
Itulah mengapa, dia mengajak umat Islam di Indonesia lebih mencintai agamanya. Jangan sampai mereka terpengaruh gerakan anti-Arab, sebab muaranya adalah gerakan anti-Islam.
"Kalau kita tak bisa jaga agama kita, saya tak tahu bagaimana nasib anak, cucu hingga cicit kita nanti."
Ia lalu mengajak ummat tidak terpengaruh gerakan anti-Arab. Alasannya, Ia melanjutkan, ujung-ujungnya pasti menjelma menjadi gerakan anti-Islam.
Berita Terkait
-
Jadwal Imsakiyah Kota Surabaya Ramadhan ke-22, Selasa 04 Mei 2021
-
Natalius Pigai: Saya Katolik, Tuhan Saya Yesus, Tugas Kita Menjaga Ulama
-
Tengku Zul Prediksi 10 Tahun Lagi Muslim di Indonesia Sisa Separuh
-
Banyak Bonus, Belanja Baju Lebaran Online juga Tak Berisiko Kena Covid-19
-
Natalius Pigai: Ulama Dihina, Agama Islam Dianiaya di Indonesia
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Laut Madura Lagi Nggak Bersahabat, Penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar Resmi Disetop Sementara
-
Misteri Bau Menyengat di Gunung Kendil: Akhir Pilu Pencarian Munajat di Dasar Jurang 12 Meter
-
Oknum Dokter RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Ditangkap karena Nyabu
-
Drama Blokade Pantura di Alastlogo Berakhir Usai Janji Mediasi Peluru Nyasar