-
Penculikan satu keluarga di Jombang dipicu utang rokok ilegal Rp 25 juta.
-
Dua pelaku ditangkap, tiga lainnya masih buron.
-
Korban disekap dan dibawa ke Bangkalan Madura.
SuaraJatim.id - Satreskrim Polres Jombang, Jawa Timur (Jatim), membongkar aksi penyekapan satu keluarga di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, yang diduga dipicu persoalan utang piutang bisnis rokok ilegal senilai Rp 25 juta. Kasus penculikan ini terjadi pada Minggu (2/3/2025).
Korban berinisial AA (29) saat itu berada di rumah bersama istrinya, ZR (25), dan anak balita mereka, KAA (5). Komplotan pelaku yang dipimpin seorang perempuan berinisial NH datang sekitar pukul 03.00 WIB dan berusaha masuk ke dalam rumah korban.
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan pelaku sempat mendobrak pintu depan rumah korban.
“Pintu depan rumah korban didobrak hingga mengalami kerusakan pada bagian engsel. Karena gagal lewat depan, mereka masuk melalui pintu belakang yang kebetulan sedang direnovasi,” jelas AKP Dimas, dikutip dari BeritaJatim, Rabu (4/3/2026).
Setelah berhasil masuk, para pelaku melakukan kekerasan fisik terhadap korban di dalam kamar. Selanjutnya, satu keluarga tersebut dipaksa naik ke kendaraan dan dibawa menuju wilayah Bangkalan, Madura.
Untuk mengelabui warga sekitar, para pelaku sempat menitipkan kartu identitas kepada Ketua RT setempat. Mereka menjanjikan korban akan dipulangkan pada hari yang sama.
Namun, hingga waktu yang dijanjikan, korban tak kunjung kembali sehingga keluarga melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Merespons laporan tersebut, Tim Resmob Satreskrim Polres Jombang melakukan pelacakan hingga ke Pulau Madura. Pada Selasa malam, 3 Maret 2026, polisi menangkap dua pria berinisial MZ (40) dan B (29) di rumah masing-masing di Bangkalan.
Dari penangkapan itu, polisi menyita tiga unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk mengoordinasikan aksi penculikan.
Sementara itu, tiga pelaku lainnya, termasuk NH yang disebut sebagai inisiator, masih dalam pengejaran dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Para pelaku dijerat dengan Pasal 450 dan/atau Pasal 451 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional) terkait tindak pidana penculikan dan penyanderaan. Ancaman hukuman maksimal yang menanti para tersangka adalah dua belas tahun penjara,” ujar AKP Dimas.
Pengungkapan kasus penculikan keluarga di Jombang ini menjadi perhatian publik, terutama karena melibatkan satu keluarga dengan anak balita dan diduga dipicu persoalan utang bisnis rokok ilegal bernilai puluhan juta rupiah.
Berita Terkait
-
Tengkorak Retak dan Dioperasi! Biaya Korban Pembacokan Keluarga di Brebes Ditanggung Pemkab
-
Gus Ipul Menjawab Isu Konspirasi Uang Muktamar NU Jombang: Bukan Kritik, Tapi Fitnah
-
Bebas Bersyarat Bechi Janggal! Komnas Perempuan: Buka Data dan Prosedurnya ke Publik
-
Soroti Bechi Jombang Bebas Bersyarat, Kemen PPPA: Pemulihan Trauma Korban Butuh Waktu Seumur Hidup
-
Tuai Kecaman Usai Disebut Ditutup-tutupi, Ini Alasan Ditjenpas Lepas Mas Bechi Lebih Awal
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT