- Jawa Timur meraih penghargaan terbaik nasional karena berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka secara signifikan hingga mencapai 3,55 persen.
- Gubernur Khofifah menerima insentif Rp3 miliar di Yogyakarta pada Kamis, 4 Juni 2026, atas keberhasilan menekan angka pengangguran.
- Pemerintah Jawa Timur sukses memperkuat hubungan pendidikan vokasi dengan industri melalui program magang internasional bagi ribuan siswa SMK.
SuaraJatim.id - Jawa Timur tidak hanya mengukuhkan diri sebagai motor ekonomi nasional, tetapi kini resmi menjadi wilayah paling efektif di Jawa-Bali dalam urusan memangkas angka pengangguran.
Prestasi ini membuahkan penghargaan Terbaik I pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, lengkap dengan bonus insentif fiskal senilai Rp3 miliar dari pemerintah pusat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima langsung penghargaan tersebut dari Menkopolkam Djamari Chaniago di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026) malam.
Selama bertahun-tahun, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sering kali dicap sebagai penyumbang angka pengangguran tertinggi karena ketidaksesuaian antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri. Namun, di Jawa Timur, mitos itu mulai runtuh.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 mencatatkan angka yang impresif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jatim kini hanya berada di angka 3,55 persen.
Angka ini turun konsisten dari tahun ke tahun dan berada jauh di bawah rata-rata nasional yang masih bertengger di angka 4,68 persen.
"Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan industri semakin efektif," ujar Khofifah.
Kunci keberhasilan Jatim terletak pada keberanian membuka keran kolaborasi. Tidak hanya jago kandang, Pemprov Jatim telah membangun jembatan kerja hingga ke 13 negara tujuan.
Pada tahun 2026 saja, hampir 5.000 peserta dari SMK dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) mengikuti program magang internasional.
Baca Juga: Akal Bulus Ibu-Anak Buronan Bank Jatim Berakhir: 2 Tahun Hilang, Kini Masuk Bui
Hasilnya sebanyak 1.617 peserta telah berhasil mengantongi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan siap bersaing di pasar global.
Secara keseluruhan, pasar kerja di Jawa Timur kian bergairah. Jumlah penduduk yang bekerja kini mencapai 24,25 juta orang, bertambah sekitar 388 ribu orang hanya dalam waktu satu tahun.
Insentif fiskal senilai Rp3 miliar yang diterima tidak akan dibiarkan mengendap. Khofifah menegaskan bahwa dana segar tersebut akan langsung "disuntikkan" kembali untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan.
"Dana ini akan kami optimalkan untuk peningkatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, dan penguatan investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas," tuturnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Buntut Keracunan Massal Siswa, Juru Masak SPPG Sumbergedang Jalani Pemeriksaan Intensif
-
9 Kali Beraksi dengan Sepeda Onthel: Pengakuan Mengejutkan Begal Payudara di Surabaya
-
Maut di Tikungan Gelap: Avanza Terjun 25 Meter ke Jurang Segulung, Satu Nyawa Melayang
-
Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pemenuhan Hak Anak sebagai Investasi Bangsa
-
Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar