Sementara itu, UNHCR dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin malam menyatakan keprihatinan atas terlukanya pengungsi Rohingya di pulau itu pada malam kunjungan pejabat tinggi PBB.
Anggota angkatan laut Bangladesh diduga menggunakan pentungan terhadap warga Rohingya pada Senin pagi, menyebabkan belasan orang terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.
“Kami sangat prihatin mengetahui laporan pengungsi yang terluka selama peristiwa [Senin] hari ini di pulau itu. Kami menyesal bahwa mereka yang terkena dampak dilaporkan termasuk anak-anak dan perempuan,” ujar UNHCR.
Mengutip keselamatan dan kesejahteraan Rohingya sebagai “prioritas utama” PBB, UNHCR menambahkan akan terus mencari informasi tambahan tentang kondisi warga Rohingya yang terdampak dan mendesak agar mereka menerima bantuan medis yang memadai.
Pernyataan tersebut, bagaimanapun, mengatakan bahwa selama kunjungan Senin, delegasi UNHCR dapat bertemu dengan sekelompok besar pengungsi Rohingya dan mendengarkan berbagai masalah yang mereka angkat, yang selanjutnya akan didiskusikan oleh delegasi dengan pihak berwenang Bangladesh.
Delegasi tersebut sekarang telah tiba di Cox's Bazar dan dijadwalkan mengunjungi kamp pengungsi Rohingya pada Selasa, sebelum kembali ke Dhaka untuk bertemu dengan pejabat senior pemerintah.
Sebelumnya pada akhir April, kelompok aktivis Human Rights Watch menuduh pasukan keamanan Bangladesh menyiksa pengungsi Rohingya di pulau itu, dan mendesak pemerintah untuk menyelidiki masalah tersebut.
Menurut sumber polisi, 29 warga Rohingya ditahan setelah berusaha melarikan diri dari Pulau Bashar Chan. ANTARA
Baca Juga: Pariwisata Masih Sepi, Puluhan Kuda di Resor Ternama Bangladesh Mati Kelaparan
Berita Terkait
-
Pariwisata Masih Sepi, Puluhan Kuda di Resor Ternama Bangladesh Mati Kelaparan
-
Gawat! Wabah Infeksi Jamur Hitam India Sudah Menyebar ke Bangladesh
-
Covid-19 dari India Mulai Menyebar, Negara Tetangga Tutup Perbatasan
-
Negara-negara Tetangga India Waspadai Sebaran Varian Covid Mutan Ganda
-
Jumlah Vaksin Menipis, Bangladesh Setop Program Vaksinasi Nasional
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta
-
Hampir Mati Sia-sia! Detik-detik Pria Tulungagung Batal Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
Kasus Penyadapan Prabowo, Haedar Nashir Beri Pesan Menohok ke Polri
-
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer
-
Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?