SuaraJatim.id - Pilpres 2024 masih tiga tahun lagi. Namun sejumlah partai mulai menggodok calon mereka masing-masing. Tak terkecuali bagi PDI Perjuangan.
Namun partai berlambang kepala banteng ini, untuk urusan capres, biasanya sangat tergantung kepada ketua umum partainya, yakni Megawati Soekarno Putri.
Di tangan Megawatilah nanti capres usungan PDIP akan muncul dan tentunya sebagai sosok yang selaras dengan garis perjuangan partai. Mengusung gaya kepemimpinan bangsa yang tak lepas dari Soekarno, Megawati masih menjadi titik sentral keputusan partai terbesar di Indonesia saat ini.
Dengan hak tersebut, tentu Megawati akan memilih capres yang di usung partainya berdasarkan sosok dan masukan dari para kader. Salah satunya Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.
Dan, Hasto Kristiyanto akhirnya membongkar keberadaan pembisik yang memengaruhi setiap keputusan Megawati dalam menentukan capres dan cawapres usungan di pilpres 2024.
Hasto menyebut jika pembisik Megawati dalam menentukan capres-cawapres merupakan sosok yang ideal dan dipilih rakyat. Dimana arah suara rakyat inilah yang selalu dijadikan Megawati sebagai 'pembisik' mempertimbangkan capres dan cawapres idealnya.
"Sehingga kehendak rakyat itulah yang akan dibaca oleh Megawati yang punya hak prerogatif dan ini pun di dalam memohon terang dari Tuhan yang Maha Kuasa agar memberikan suatu inspirasi terhadap pemimpin ke depan guna membawa kejayaan bangsa ini," kata Hasto menjawab wartawan usai pengukuhan gelar profesor kehormatan dari Unhan untuk Megawati, Jumat (11/6/2021).
Hasto tak mau ambil pusing ihwal hasil survei capres yang belakangan ini kerap muncul. Menurutnya, dia hanya membantu Megawati di dalam partai. "Ah, yang jelas bukan saya. Saya membantu Bu Mega membangun partai," ujarnya.
Ia menjelaskan, Megawati dan PDIP memahami bahwa survei adalah instrumen. Namun harus dipastikan tanpa rekayasa opini.
Baca Juga: Polisi Bekuk Enam Pemalak Supir Truk Kontainer Marunda Center
"Jadi kan Ibu Mega mengatakan supremasi opini itu sering kali mengalahkan fakta. Dan menjadi seorang pemimpin memang dia harus punya kemampuan komunikasi politik yang baik. Tetapi di luar itu, dia punya tanggung jawab, dia punya kekokohan dalam hal prinsip. Dia punya kemampuan teknokratik dan itu kan harus dipersiapkan, dilakukan dengan sebaik-baiknya," katanya.
"Jadi kita tunggu momentum yang tepat dari PDI Perjuangan, dari Bu Mega untuk mengumumkan siapa calon presiden dan wakil presiden," katanya.
Berita Terkait
-
Polisi Bekuk Enam Pemalak Supir Truk Kontainer Marunda Center
-
Anggota DPRD dan ASN di Langkat Ditantang Tes Narkoba
-
Tak Banyak yang Tahu, 5 Ayah Artis Ini Punya Jabatan Penting
-
Terang-terangan Pandji Pragiwaksono Tak Percaya Tuhan, Ini Alasannya
-
Reaksi Sarwendah saat Ruben Onsu Dibilang Artis Ngondek
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Berniat Bongkar Dinding, Kakek 69 Tahun di Magetan Tewas Tertimpa Tembok Rumah Tua
-
BRI Perkuat Sport Tourism Indonesia lewat Dukungan untuk MotoGP 2026
-
Gerbong Mutasi Bergerak: Putra Bojonegoro Irjen Dekananto Ditunjuk Jadi Kapolda Jatim Baru
-
BRI Dukung Atlet Indonesia Berlaga di Asian Games AichiNagoya 2026
-
Lindungi Anak-Anak, Wali Kota Surabaya Stop Izin Diskotek Baru