SuaraJatim.id - Kasus video hoaks penembakan Idrisul Marbawi alias Gus Idris terus menggelinding. Gus Idris sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang.
Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun Gus Idris belum akan ditahan. Seperti dijelaskan Kapolres Kabupaten Malang, AKBP Bagoes Wibisono. Menurut dia, penahanannya menunggu gelar perkara.
"Ya, ia (Idris) saat ini dalam proses pemeriksaan sebagai tersangka. Memang belum kami lakukan penahanan, masih nunggu gelar perkara nanti," katanya dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Selasa (06/07/2021) sore pada wartawan.
"Pasca gelar nanti akan kita lihat. Kalau perlu dilakukan penahanan ya kita tahan. Kalau tidak ya tidak. Itu kan menjadi kewenangan penyidik apakah perlu ditahan atau tidak," kata Bagoes.
Ditanya kapan gelar perkara akan dilakukan? Mantan Kapolres Madiun itu mengaku belum tahu kapan gelar perkara akan dijadwalkan.
"Ya secepatnya. Kalau sudah pemeriksaan ini, nanti secepatnya akan kita jadwalkan gelar perkara," ujarnya.
Hanya saja, meski polisi menilai tersangka kooperatif, tapi tampaknya tidak mempunyai jaminan atas tidak ditahannya tersangka. "Tidak ada jaminan apa. Yang pasti tersangka kooperatif kok," katanya.
Sebelumnya, Polres Malang telah menetapkan tersangka kepada Idris atas kasus video hoaks yang memperlihatkan Gus Idris seolah-olah ditembak oleh orang tidak dikenal.
Video ini menggemparkan jagat lini masa medsos. Video tersebut viral diunggah ke Channel Youtube bernama GIO. Dalam video itu pasca tertembak, tampak Gus Idris terguling-guling dan mengeluarkan darah.
Baca Juga: Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Gratis, Wali Kota Malang: Siapapun Berhak Divaksin
Saat itu santrinya nampak panik. Malang pun gempar. Namun ternyata belakangan terungkap kalau peristiwa tersebut hanya demi konten semata.
Setelah diunggah, video hoaks itu mendapat reaksi yang beragam dari masyarakat. Bahkan tidak sedikit pula yang mengecam video tersebut.
Namun Gus Idris akhirnya mengaku bahwa itu hanya sebuah konten sandiwara. Penetapan tersangka itu dikeluarkan Satreskrim Polres Malang dengan nomor R/4003/VI/2021/Reskrim tertanggal 29 Juni 2021 lalu.
Berita Terkait
-
Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Gratis, Wali Kota Malang: Siapapun Berhak Divaksin
-
Bak Kembaran Jennifer Aniston, Wanita Ini Viral Tirukan Adegan dari Serial Friends
-
Penghuni Kosan Dapat Kado dari Ibu Kos, Jadi Tontonan Sekampung
-
Bule Jerman Nikahi Eks OB, Reaksinya Disorot saat Makan Ikan Asin dan Urap
-
Warga Jemur Gabah sampai Menutupi Jalan, Aksi Pengendara Nekat Melintas Jadi Sorotan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta
-
Hampir Mati Sia-sia! Detik-detik Pria Tulungagung Batal Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
Kasus Penyadapan Prabowo, Haedar Nashir Beri Pesan Menohok ke Polri
-
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer
-
Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?