SuaraJatim.id - Sudah sepekan PPKM Darurat diberlakukan di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya. Selama pelaksanaannya, para pedagang kaki lima cukup terdampak dalam pelaksanaan pembatasan tersebut.
Seperti yang dirasakan oleh Bojes, pemilik Warkop Berkah Seduluran. Ia menjelaskan, jika kebijakan yang diambil pemerintah dirasa merugikan para PK5.
"Yo intinya adalah kebijakan PPKM menyengsarakan rakyat khususnya para pedagang, dimana kebijakan tersebut tidak ditinjau dan terkesan terburu-buru. Kebijakan yang merugikan masyarakat lapisan bawah," ujarnya pada SuaraJatim.id, Sabtu (10/07/2021).
Dia tidak bisa berbuat banyak, dan terpaksa mengikuti peraturan yang ada seperti tidak menerima pelanggan atau Dine in, ataupun buka dengan batas waktu hingga pukul 20.00 WIB.
Sementara itu, pemilik Warkop Pitulikur yang berada di jalan Ngagel Surabaya, Husin Gozali mengaku, warungnya tak beroperasi sama sekali.
Untuk melampiaskan kekesalannya karena tak bisa mencari nafkah, ia beserta Paguyuban Warkop Surabaya, memasang sepanduk berisikan tuntutan mereka ke Pemerintah, khususnya dua Pemerintahan, yakni Kota Surabaya dan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur.
"Ya ini bentuk informasi kami pada para pelanggan. Jika kami ini tutup bukan dari keinginan kami, tapi dipaksa tutup oleh peraturan PPKM Darurat," ujar Husin.
Sebelum adanya PPKM Darurat, Paguyuban Warkop Surabaya ini sempat berkirim surat ke Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Mereka ingin bertemu Eri guna membicarakan permasalahan yang dihadapi para pemilik Warkop apa bila jam operasional mereka dibatasi.
Namun, para anggota paguyuban tersebut, hanya ditemui oleh Kepala BPB Linmas Surabaya, dan dalam pembicaraan mereka juga tak menemukan hasil yang jelas, dan tetap para anggota paguyuban masih dirugikan.
Baca Juga: Link Video Petugas Dishub DKI Nongkrong di Warkop, Warga: Kalau Kita Nongkrong Dibubarin
"Tujuannya kepada pemangku kebijakan dari pusat, gubernur, bupati atau wali kota. Pelaku UMKM sepakat seperti PSBB dengan mengurangi kapasitas tempat duduk hingga 50 persen. Bukan tidak boleh melayani tamu sama sekali," kata pria yang akrab disapa Cak Cong ini.
Kendati menolak kebijakan Pemerintah, mereka tetap mengikuti peraturan yang ada. Namun, guna memberitahukan tak beroperasionalnya warung, anggota Paguyuban Warkop Surabaya membentangkan spanduk.
Dalam spanduk Paguyuban Warkop Surabaya, banyak bertuliskan perkataan yang unik untuk menginfokan tak beroperasinya Warkop mereka, diantaranya "DIPAKSA TUTUP SAMA NEGARA", "JANGAN HANYA PATROLI KAMI JUGA BUTUH SOLUSI", "MOHON MAAF WARKOP DIPAKSA TUTUP OLEH PEMERINTAH, KAMI RAKYAT KECIL BUTUH MAKAN, TOLONG BERI SOLUSI UNTUK BERTAHAN", dan "WARKOP PITULIKUR DITUTUP PAKSA LEBIH AWAL OLEH KEBIJAKAN PEMERINTAH #KEBIJAKANTANPASOLUSIADALAHHALBODOH".
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Link Video Petugas Dishub DKI Nongkrong di Warkop, Warga: Kalau Kita Nongkrong Dibubarin
-
Petugas Dishub yang Nongkrong di Warkop Saat PPKM Darurat Dipecat
-
Nongkrong di Warkop Saat PPKM Darurat, Anies Pecat Delapan Petugas Dishub DKI
-
Ngopi di Warkop Saat PPKM Darurat, Petugas Dishub DKI Terancam Dipecat
-
Bangkalan-Sidoarjo Zona Merah, Surabaya Tutup Waru Tapi Suramadu Tidak, Respons Warga Beda
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Blitar Hari Ini, Selasa 24 Februari 2026
-
Jadwal Imsakiyah Kota Blitar Selasa 24 Februari 2026, Bolehkah Makan dan Minum Setelah Imsak?
-
Kronologi 8 Ribu Ekor Anak Ayam Mati Terpanggang di Blitar, Hangus Usai Blower Kandang Meledak!
-
Nasabah BRI Hati-hati, Terjadi Penipuan Pakai File APK di Batang!
-
Gubernur Khofifah Serahkan Apresiasi 100 Seniman, 20 Juru Pelihara Cagar Budaya, 46 Sertifikat WBTB